Kisruh Pilkada Sulsel

KISRUH pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) kian tak terkendali. Apalagi menjelang habisnya masa jabatan Gubernur Amin Syam-Wakil Gubernur Syahrul Yasin Limpo pada hari ini, Sabtu (19/1).
Amin Syam kembali mengikuti pemilihan gubernur berpasangan dengan Mansyur Ramli. Demikian pula Syahrul yang berpasangan dengan Arifin Nu’mang. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sulsel menyatakan pasangan Syaharul-Arifin Nu’mang (Sayang) memenangi pilkada mengalahkan pasangan Amin Syam-Mansyur Ramli (Asmara).
Namun pasangan Asmara kemudian mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung. Lembaga peradilan tertinggi itu mengabulkan sebagian gugatan Asmara dengan memerintahkan pilkda ulang di empat kabupaten. Tak puas dengan putusan itu, KPUD mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung.
Menjelang tanggal 19 Januari, Kota Makassar, dicekam ketegangan. Massa pendukung Sayang, yang didukung para pegawai negeri sipil (PNS), terus menerus melakukan aksi untuk menekan pemerintah agar melantik Syahrul Yasin-Arifin Nu’mang sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel periode 2008-2013.
Akasi massa itu sudah cenderung anarkis sehingga mengganggu pelayanan publik dan rapat DPRD setempat untuk membahas RAPBD 2008 yang seharusnya sudah selesai pada Desember 2007 lalu. Selain itu juga terjadi perusakan terhadap aset pemerintah, di antaranya Kantor Gubernur Sulsel.
Pemerintah bersikukuh mengangkat carateker (pejabat sementara) Gubernur Sulsel hingga persoalan hukum menyangkut hasil pilkada tuntas. Tak pelak, massa pendukung Sayang juga melakukan aksi untuk menolak pengangkatan carateker.
Untuk mengamankan Kota Makassar, terutama objek vital, Mabes Polri sampai harus menerjunkan dua kompi Brimob untuk membantu Polda Sulselbar. Kantor Gubernur Sulsel bak ajang perang karena dijaga ketat personel Polri bersenjata lengkap dan sejumlah peralatan antihuru-hara.
Sebelumnya, Polwiltabes Makassar sudah menerjunkan sekitar 2.000 personel untuk mengamankan Kantor Gubernur, Kantor DPRD, rumah dinas Gubernur, dan Kantor KPUD Sulsel. Jumlah itu sama dengan 75 persen jumlah personel di jajaran Polwiltabes Makassar.
Pesta demokrasi di Sulsel untuk memilih pemimpin pemerintahan ternyata berakhir dengan kekisruhan berlarut-larut. Demokrasi berbuah kontraproduktif, apalagi setelah kalangan PNS ikut terlibat dalam aksi demo dan pemogokan.
Pemerintah pusat harus bertindak cepat dan tepat untuk memulihkan situasi yang sudah mengarah pada chaostik tersebut sebelum benar-benar menjadi huru-hara. Apalagi roda perekonomian di kota terbesar di wilayah Indonesia Timur itu sanagat terganggu oleh aksi massa tak berkesudahan.
Kalau tidak, kasus di Makassar akan menjadi presden buruk bagi daerah lain yang tengah bersiap menggelar pilkada pada 2008 ini. Tercatat sekitar 130 pilkada akan digelar di seluruh Indonesia pada tahun ini.
Jadwal pilkada pada 2009 ditiadakan dan dipercepat pada tahun ini karena pada saat itu diadakan pemilu untuk memilih anggota parlemen, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan pasangan presiden- wakil presiden. Tak terbanyangkan bagaimana jadinya kalau sebagian besar pilkada pada 2008 ini bermasalah seperti terjadi di Sulsel.
Cukup mengkhawatirkan pemilihan gubernur-wakil gubernur di Pulau Jawa yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur pada tahun ini. Kalau terjadi ketidakstabilan politik atau kekisruhan di tiga provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia tersebut, tentu saja dampaknya akan meluas ke wilayah lain hingga skala nasional.
Oleh karena itu situasi yang terjadi di Sulsel tidak boleh dianggap enteng. Penunjukan carateker memang cara standar yang dapat dilakukan agar roda pemerintahan tetap bisa berjalan mengingat belum adanya kepala daerah definitif. Tak kalah penting, Mahkamah Agung yang kini tengah mengadili PK dari KPUD harus benar-benar mampu mengeluarkan putusan tepat, adil, dan tidak memicu munculnya persoalan baru.(***)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: