Mengelola Bencana

ANCAMAN bencana di tanah air belum usai. Menyusul banjir yang meluluhlantakkan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, giliran Daerah Istimewa Yogyakarta diterjang badai puting beliung, Minggu (18/2).
Belum ada laporan korban jiwa. Namun demikian, angin puting beliung membawa kerugian material yang cukup besar bagi warga Yogyakarta. Tercatat 1.086 rumah rusak akibat amukan angin tersebut.
Angin puting beliung merusak rumah warga di 4 kecamatan, yakni Kecamatan Gondokusuman,  Umbulharjo, Danurejan, dan Pakualaman. Kecamatan yang mengalami kerusakan paling parah adalah Kecamatan Gondokusuman. Di wilayah ini rumah warga yang rusak sebanyak 742 unit. Sedangkan di Kecamatan Umbulharjo 165 unit, Kecamatan Danurejan 139 unit, dan Kecamatan Pakualaman 20 unit.
Akibat bencana tersebut, sudah tentu warga Yogya yang menjadi korban perlu mendapat perhatian secara cepat dan penanggulangan secara menyeluruh. Namun melihat situasi cuaca yang belum stabil, tentunya perlu juga dipikirkan antisipasi puting beliung susulan.
Hal ini sejalan dengan estimasi Kepala Seksi Data dan Informasi pada Kantor Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Yogyakarta Tyar Prasetyo. Dia memperkirakan, potensi munculnya puting beliung masih akan menghantui hingga Maret nanti.
Menurutnya, angin puting beliung selama kurang lebih 15 menit yang melanda Yogyakarta kemarin sore, merupakan efek dari perbedaan cuaca ekstrim. Sebelumnya, sebagian wilayah Yogyakarta dilanda panas terik kemudian mendadak hujan. Perbedaan ekstrim itu, menurut Tyar, memicu terjadinya awan CB atau Comolousnimbus yang bisa memunculkan angin puting beliung.
Berbicara soal cuaca ekstrim, Januari 2007, tercatat sebagai bulan terpanas sepanjang sejarah. Suhu rata-rata selama sebulan kemarin mencapai 12,85 derajat Celcius atau 0, 85 derajat lebih panas dari rata-rata suhu bulan Januari selama abad ke-20.
Kenaikan suhu tercatat baik di darat maupun di laut sehingga secara umum memecahkan rekor suhu terpanas Januari sebelumnya yang terjadi pada tahun 2002, yakni pada suhu 12,71 derajat Celcius. Bahkan suhu rata-rata di darat sebulan terakhir mencapai 1,88 derajat lebih panas dari rata-rata suhu bulan Januari dalam seabad.
Kondisi ini diperkirakan sebagai akibat efek El Nino yang terjadi sejak September hingga Januari. Selain itu, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) melaporkan tren kenaikan suhu juga dipicu pemanasan global yang berlangsung saat ini. Jika tren pemanasan global tidak dapat ditekan, para ilmuwan memperkirakan tahun 2007 mungkin akan menembus rekor tahun terpanas.
Kondisi panas tersebut tentu juga menjadi potensi tersendiri akan ancaman bencana secara nasional. Namun, dengan kondisi itu juga memberi amanat kepada kita semua agar menjadi bangsa yang cerdas dan waspada. Alam Indonesia mengamanatkan agar kita punya program mitigasi bencana yang aktif, canggih, dan kapabel.
Menghadapi itu semua, sikap kita yang benar adalah sibuk dan bekerja keras sebelum bencana tiba. Kita harus memahami bencana apa yang mungkin terjadi di suatu daerah tertentu. Harus mengantisipasi masalah-masalah apa yang akan timbul jika bencana itu muncul.
Ada fenomena yang amat penting untuk disadari, bencana alam yang merupakan proses geofisika, dengan cepat berubah menjadi masalah sosial. Dari masalah sosial berubah menjadi masalah ekonomi. Kadangkala dia menjadi masalah politik.
Oleh karenanya, pemerintah perlu membuat semacam badan penanggulangan bencana yang tidak hanya ada di pusat saja, tetapi juga di semua provinsi yang dipimpin seorang kepala daerah atau orang yang ditunjuk oleh kepala daerah. Tugas badan semacam itu adalah melakukan mitigasi bencana alam bukan mencegah, tetapi melunakkan dampaknya guna menghindari korban jiwa dan meminimalkan kerugian material.
Dan yang tak kalah pentingnya, daerah secara teratur juga perlu melakukan latihan-latihan darurat untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi saat kejadian sebenarnya. Latihan-latihan itu membiasakan semua orang, dari anak sekolah hingga orang tua, mengetahui apa yang harus dilakukan bila bencana tiba. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: