Perkara Pasir

INDONESIA dan Singapura ‘bertengkar’ gara-gara pasir. Adu mulut melalui media terus berlangsung, namun ekspor pasir secara liar jalan terus. Meriahnya berita di koran, ternyata tak semeriah pelaksanaan di lapangan.
Ramai-ramai teriak soal nasionalisme, justru makna nasionalisme itu sendiri semakin kabur. Buktinya ekspor pasir jalan terus. Perbuatan siapa ini? Logika sederhananya adalah, mana mungkin aparat berjaga-jaga 24 jam non stop, sementara pencurian pasir tetap berjalan dalam ruang dan waktu yang sama?
Sungguh aneh bila aktivitas penggalian pasir tidak terdeteksi dan hanya terlihat ketika tongkang- tongkang bermuatan pasir bak barisan bukit itu, terus lalu-lalang ke negeri Singapura. Pergi penuh, pulang kosong. Aneh bila mereka tidak terlihat saat mengobrak-abrik pulau-pulau di Kepri.
Sehingga semakin membingungkan ketika mendengar ada saling tuduh dan saling tuding. Indonesia menuduh Singapura, tapi “orang-orang Indonesia” terus “berbisnis” dengan mereka dalam memperjualbelikan pasir darat maupun pasir laut.  Dikeruk di sini, diurug di sana. Pulau-pulau di Indonesia dipenuhi bopeng, sementara lautan di Singapura berubah jadi daratan.
Pertanyaannya, ada gak sih perkara (penyelundupan) pasir antara Indonesia dan Singapura? Entahlah.(eddymesakh.wordpress.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: