Antisipasi Teror

AKSI teror yang selama ini menghantui masyarakat Poso, mulai berakhir. Melalui sejumlah penggrebekan, sejumlah pelaku berhasil dibekuk. Sisanya dengan sukarela menyerahkan diri. Meski sejumlah tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) belum tertangkap, situasi Poso sudah cukup kondusif.
Namun suasana kondusif tersebut, kemarin kembali terkoyak ketika sebuah bom meledak di Pelabuhan Yos Sudarso,  Ambon. Ledakan saat penumpang Kapal Motor (KM) Bukti Siguntang turun itu mengakibatkan 14 orang yang tidak tahu apa-apa luka-luka.
Entah apa motivasi pelaku peledakan bom ini. Yang jelas, aksi ini menimbulkan korban dan keresahan. Ada pendapat menyebutkan, aksi ini dilakukan di Ambon karena pengamanan di Poso sangat ketat,dan masyarakatnya sudah tidak mampan lagi diprovokasi.
Mantan Panglima Laskar Jihad, Ja’far Ummar Thalib sendiri mensinyalir ada dua kelompok yang patut dicurigai sebagai pelaku peledakan bom di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, ini, yakni kelompok Jamaah Islamiyah (JI) dan Front Kedaulatan Maluku (FKM).
Ja’far mensinyalir aksi peledakan bom di Ambon ini dilakukan oleh sisa-sisa JI yang kabur dari markas mereka di Poso. Tujuannya hanya untuk membuktikan kalau keberadaan JI masih ada. Apalagi hingga saat ini tersangka teror paling ditakuti, Noordin M Top belum tertangkap.
Pengamat intelejen Dyno Cresbon mensinyalir aksi bom ini dilakukan sekitar 12 DPO teror Poso, untuk menarik perhatian. Dino bahkan mensiyalir aksi ini terkait dengan meningkatknya suhu politik terkait isu  Reshuffle kabinet SBY-JK.
Terlepas dari berbagai motif peledakan, yang jelas masyarakat hanya menginginkan kondisi di Indonesia kondusif. Apapun motifnya, aksi peledakan tidak memberikan keuntungan, sebaliknya menimbulkan korban dan keresahan.
Dalam menanggapi aksi ini, tentu yang diharapkan adalah ketegasan aparat keamanan untuk bisa menangkap dan menindah semua orang yang terkait dengan aksi ini. Tentu hal ini bisa dilakukan bila masyarakat luas ikut memerangi teror.
Bom Ambon ini hendaknya menjadi sebuah peringatan kalau pelaku teror masih bergentayangan dan melakukan aksi keji kapan dan dimana saja, termasuk di Batam, tanpa memperhatikan korban-korbannya adalah orang-orang yang tidak bersalah.
Seperti pepetah sedia payung sebelum hujan, sebaiknya aparat kembali menggalakkan razia dan mencurigai kegiatan-kegiatan yang mencurigakan. Lebih baik dianggap berlebihan daripada nanti ketinggalan selangkah dari aksi teror.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: