Efek Domino Bom Karimun

BOM meledak hampir menjadi keseharian masyarakat Indonesia belakangan ini. Dua kali bom di Bali, bom Marriot, bom Kedubes AS, dan banyak lagi peristiwa bom lainnya. Sejak itu pula, berita ancaman bom tak pernah sepi menghiasi pemberitaan media massa. Negara kita pun dicap sebagai negara yang tidak aman, apalagi nyaman.
Bali sebagai ikon pariwisata Indonesia sudah pernah merasakan perihnya dampak bom. Gairah pariwisata Pulau Dewata meredup dan harus terseok-seok untuk bangkit. Ternyata, membangun kembali imej positif jauh lebih sulit dibanding memulai dari awal.
Masyarakat di Provinsi Kepri sebagai satu di antara sejumlah wilayah primadona tujuan investasi di Indonesia, semestinya belajar dari pengalaman itu. Sayang, kesadaran itu belum kita miliki. Terbukti dengan adanya peledakan bom PT Karimun Granite (KG) di Pulau Karimun, Jumat pekan lalu.
Peledakan bom itu tentu bisa mengganggu iklim investasi di Provinsi Kepri. Terlepas dari pro dan kontra penambangan granit, mestinya tidak boleh ada tindakan destruktif seperti itu.. Sebab, sebagai daerah investasi ribuan perusahaan asing, seharusnya kita berusaha sekuat tenaga untuk memberikan kenyamanan kepada mereka dalam menjalankan usahanya.
Lihat saja, akibat peledakan bom itu, beberapa pihak mulai waswas. Peristiwa itu telah menyebabkan kondisi tidak nyaman dan dampaknya mulai meluas. Sektor properti yang mulai kembali bergairah pun, kini waswas. Padahal, para developer sedang berjuang keras agar Pemerintah Pusat bisa memberikan kelonggaran kepemilikan properti bagi orang asing.
Tujuannya adalah bagaimana menarik orang asing sebanyak-banyaknya masuk Indonesia, khususnya Kepri, agar membawa masuk devisa. Bahkan sekaligus menanamkan modalnya di sini. Sayang, di tengah semangat para pengusaha yang sedang menggebu, tahu-tahu ada peledakan bom di perusahaan asing. Sementara di sini ada banyak sekali orang asing. Tentu ini bisa menjadi ‘promosi’ negatif bagi investasi. Akan semakin berat bagi kita untuk menarik penanam modal asing masuk Kepri.
Upaya pemerintah dan pengusaha pun tengah giat-giatnya mempromosikan wilayah ini sebagai tujuan investasi melalui program special economic zone (SEZ) bisa sia-sia. Kepri yang juga sedang berpromosi sebagai tempat penyelenggaraan wisata MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition) bisa berantakan. Nah, sebagai warga Kepri yang bertanggungjawab, kita semua harus memiliki kesadaran penuh untuk tidak mengganggu rencana positif yang sedang giat berproses.
Hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas peristiwa itu. Polisi pun belum menemukan titik terang siapa dalang dan pelaku peledakan bom itu. Tapi seandainya ada di antara kita, warga Kepri, yang memiliki informasi valid mengenai pelaku peledakan, diharapkan kerjasamanya untuk melaporkan kepada pihak berwenang. Supaya persoalan ini segera terselesaikan, sebelum efeknya makin meluas ke berbagai sektor lainnya.
Jika tak segera diungkap, pada akhirnya kita juga yang kena getahnya. Bila investor sudah tidak betah, mereka masih punya banyak pilihan. Ada banyak negara lain yang menawarkan kondisi yang lebih nyaman dan bersahabat untuk berbisnis. Untuk itu, mari kita sama-sama membuat daerah kita ini nyaman bagi siapa pun. Baik untuk kita sendiri maupun untuk seluruh tamu-tamu kita.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: