Kalau Tanya Gaji, Saya Ditampar…

meri.jpg* Gadis asal NTT dikurung empat tahun
* Dijadikan sekretaris tanpa digaji
* Dua kali dipaksa gugurkan kandungan

Kalau saya tanya gaji, mau minta pulang atau saya menolak ketika diajak berhubungan intim, pasti saya ditampar dan diancam akan dibunuh

INILAH tragedi hidup yang dialami oleh Merlin, sebut saja begitu, seorang perempuan 22 tahun asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski lama menetap di Jakarta, tapi bisa juga tertipu bos penyalur tenaga kerja dari Tanjungpinang. Ia dikurung selama empat tahun tanpa digaji.
Kisahnya bermula saat Merlin bertemu dengan seorang pria bernama Aris (nama samaran), pemilik PT TM. Perusahaan ini adalah sebuah penyalur tenaga kerja lokal yang berada di kawasan Jl Ir Sutami, Kota Tanjungpinang, Ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Merlin tergiur iming-iming akan dijadikan sekretaris dengan gaji Rp 1,8 juta per bulan. Sehingga ia rela melepaskan pekerjaannya di sebuah klinik di Jakarta dan pindah ke Kota Tanjungpinang pada bulan April 2003.
Benar, Merlin memang dijadikan sekretaris oleh Aris selama sembilan bulan pertama. “Tetapi saya tak pernah digaji,” kata Merlin saat ditemui di Shelter Engku Putri, sebuah rumah singgah yang khusus menampung korban trafficking dan kekerasan dalam rumah tangga, di Tanjungpinang, Minggu (29/4/2007).
Yang bikin Merlin semakin menderita, selain tak digaji, ia juga tidak diperkenankan keluar ruangan dan selalu dijadikan pelampiasan nafsu seks Aris. Merlin juga mengaku bahwa Aris selalu mengancam akan membunuhnya apabila ia berani melarikan diri. Ia juga sempat mengalami kekerasan berupa tamparan di wajahnya.
“Kalau saya tanya gaji, mau minta pulang atau saya menolak ketika diajak berhubungan intim, pasti saya ditampar dan diancam akan dibunuh,” tutur Merlin.
Akibat perbuatan lelaki tersebut, Merlin sempat hamil dua kali. Namun lelaki tersebut memberikannya jamu untuk menggugurkan janin dalam kandungannya. Hal itu terjadi pada Februari 2006.
Pada kehamilan yang kedua, ternyata Merlin hamil di luar rahim. Saat itu Merlin sudah hamil dua bulan. Kejadian itu terjadi pada 2 Maret 2007. Merlin  pun menjalani operasi kandungan, sekaligus usus buntu.
Setelah semuanya selesai, Merlin meminta kepada lelaki tersebut agar ia diperkenanakan bekerja di luar rumah. Akhirnya Merlin  pun mendapat pekerjaan di Jalan Gambir untuk merawat orang tua.
Suatu hari, Merlin mengambil inisiatif menelepon seorang kawan lamanya di Jakarta dan menceritakan nestapa yang ia alami. Dan ternyata sang kawan cepat tanggap. Ia mengontak seorang anggota DPRD Batam. Sang anggota dewan pun menghubungi Merlin untuk melaporkan diri ke Shleter Engku Putri. “Saya ingin pulang ke kampong,” kata Merlin.
Wanita berkulit hitam manis itu kini hanya berharap kejadian buruk yang dialaminya bisa segera terselesaikan. Kasus ini sementara dalam penyidikan Polresta Tanjungpinang.(aji)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: