Ketika Nasionalisme Berbicara…

SUASANA kantor mendadak berubah ricuh. Komputer-komputer yang biasanya sibuk digunakan awak redaksi mendadak menganggur. Teriakan-teriakan bermunculan di ruangan redaksi yang biasanya sepi di malam Minggu. Sepupu saya yang masih ABG pun tak ketinggalan histeris waktu menelepon dari Jogjakarta. Sepupu saya dari Solo mendadak membatalkan jadwal traktiran ulang tahunnya. Semua teman chatting di Yahoo Messenger mendadak mengubah status mereka. Mulai dari Indonesia Libas Lawanmu! Ayo Indonesia! Go Indonesia! Stop press! Indonesia-Arab Saudi! Dan berbagai dukungan lainnya bermunculan di dunia maya itu.
Apa pasal? Nasionalismelah yang berbicara. Nasionalisme yang selama ini dilupakan. Nasionalisme yang terpaksa dipinggirkan karena rasa pesimis terhadap nasib Bangsa Indonesia yang tak kunjung membaik. Read the rest of this entry »

Advertisements