Tiga Tahun Tribun Batam

Sep 15th, 2007 by eddymesakh

HARI ini, Sabtu 15 September 2007, Harian Pagi Tribun Batam berulangtahun ke-3. Masih sangat muda. Kalau manusia, di usia tiga tahun biasanya belum bisa lancar bicara. Baru mulai belajar menghubungkan beberapa kata menjadi kalimat-kalimat pendek. Kebetulan Tribun Batam seusia dengan Michelle, anak pertama saya.
Anak saya yang kini masih belajar di play group, lebih tua 1,5 bulan dari Tribun. Dan anak saya itu, kendati pengucapannya sudah bisa dimengerti, namun ia belum mampu bicara dalam kalimat-kalimat panjang. Tetapi dia cukup kritis dan ngotot ketika bertanya mengenai sesuatu yang belum dia mengerti. Misalnya, suatu ketika dia bertanya tentang bendera Merah Putih yang saya pasang di sepeda motor dan di depan rumah kami saat perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2007.
Dia memulai dengan pertanyaan, “Ini apa?” Setelah dijawab, ia kembali bertanya, “”Ini bendera siapa?” Setelah dijawab, lagi-lagi dia bertanya, “Bendera untuk apa?” Dua pertanyaan pertama sangat mudah saya jawab. Tapi saya agak kesulitan menjawab pertanyaan ketiga. Karena pikiran saya, kalaupun saya jawab, dia pasti tidak mengerti. Ternyata saya salah. Jawaban saya justru membuat saya diberondong lebih banyak pertanyaan. Waktu itu saya menjawab, “Ini bendera lambang negara Indonesia.” Dia bilang, “Lambang tu punya siapa?” Saya jawab lagi, “Punya Indonesia.” Michelle bertanya lagi, “Indonesia itu apa?” Saya jawab lagi, “Indonesia itu negara.”
Lalu dia melontarkan pertanyaan yang tidak mau saya jawab lagi, yakni “Negara itu apa?” Saya hanya bilang, “Nanti kalau kakak sudah besar, baru papa kasih tau, apa itu negara.”
Beruntung dia berhenti bertanya karena kebetulan melihat penjual kerupuk dan langsung merengek minta dibelikan. Saya berpikir sudah selamat dari pertanyaan ‘aneh-aneh’ yang dilontarkan Michelle. Ternyata saya salah. Besoknya, ketika saya jemput dari sekolah, Michelle kembali bertanya, “Papa, negara itu apa?” Saya tidak menjawab pertanyaan itu dan berusaha keras mengalihkan perhatiannya. Beruntung dia tidak lagi bertanya soal apa itu negara.
Nah, Tribun yang baru berusia tiga tahun, juga terus berusaha untuk kritis. Wartawan Tribun senantiasa bertanya dan terus bertanya tentang apa saja yang nanti jawabannya bisa bermanfaat bagi masyarakat. Wartawan Tribun selalu memosisikan diri ‘tidak tahu apa-apa’ alias tidak sok tahu mengenai sebuah isu atau peristiwa. Sebagai yang mewakili pembaca di depan narasumber maupun di lokasi kejadian, wartawan Tribun terus berusaha memotret sebuah peristiwa secara utuh berdasarkan fakta dan tidak menarik kesimpulan sendiri untuk diberitakan. Karena mereka tidak mau menanggung dosa atas kesimpulan salah yang bisa membuat masyarakat bingung atau bahkan salah mengambil keputusan.
Wartawan Tribun juga terus berusaha melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis kepada narasumber. Ini bukan sekadar untuk menjawab rasa keingintahuan pembaca, tetapi juga untuk banyak tujuan lain, misalnya membongkar persekongkolan, korupsi, kejahatan, dan rahasia-rahasia lainnya yang harus diketahui publik.
Seperti Michelle yang selalu membangun pertanyaan di atas jawaban, jika memang jawaban pertanyaan itu penting untuk diketahui publik, wartawan Tribun harus berani melakukannya. ‘Memburu’ narasumber untuk memberikan jawaban yang benar, agar masyarakat tidak dibodohi oleh siapa pun. Sebab, masyarakat berhak tahu mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.
Mudah-mudahan dengan semakin bertambahnya umur Tribun, media ini bisa menjadi lebih dewasa di usianya yang masih muda.(*)

2 Responses to “Tiga Tahun Tribun Batam”

  1. Eko Prasetyo Says:

    selamat ya..dan jangan naikin biaya langganan korannya.
    krn klo naek, gw cabut dari langganan tribun..😀

  2. thesaturnus Says:

    Gue tertarik banget dengan masalah yang dialami tribun online nih…

    kalo berminat bisa hubungi saya. Mudah2an tribun online bisa kayak dulu lagi de….

    yuk bikin spirit baru buat kepri


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: