Tinjau Ulang Calon Anggota KPU

SEHARI setelah Komisi II DPR memilih tujuh calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), muncul informasi mengejutkan dari Kejaksaan Agung bahwa seorang dari peserta yang lolos fit and proper test itu berstatua sebagai tersangka kasus koupsi. Adalah Prof Dr Ir Syamsul Bahari, Guru Besar Universitas Brawijaya, Malang, yang dijaring sebagai tersangka kasus pembangunan kawasan industri gula milik masyarakat (kigumas), dengan kerugian negara Rp 489 juta.
Dalam proses seleksi awal dan fit and proper test, Syamsul Bahri hanya disebut-sebut berstatus sebagai saksi  kasus itu. Ketidakjelasan status Syamsul karena kasus tersebut sudah lama mengendap di Kejaksaan Negeri Kepanjen, Malang, Jawa Timur. Dengan kata lain kasus tersebut sudah lama menggantung.
Informasi itu seolah melengkapi keraguan berbagai kalangan mengenai integritas para calon  anggota KPU terpilih, sesuai dengan berbagai masukan dari masyarakat kepada panitia seleksi dan Komisi II DPR. Kondisi ini menunjukkan kelemahan koordinasi antarlembaga negara, terutama dalam meneliti track record seseorang.
Tentu tidak ada gunanya lagi saling menyalahkan, karena hanya akan memperkeruh suasana. Lebih tepat Komisi II DPR secara resmi mengajukan klarifikasi kepada Kejaksaan Agung mengenai status Syamsul Bahri. Kejaksaan Agung sendiri harus memberi memberi kepastian, dalam tahap mana penanganan kasus kigumas itu berjalan dan kapan akan dilimphkan ke pengadilan.
Kepastian tersebut penting untuk menentukan sikap DPR sebelum menyerahkan nama-nama yang lolos fit and proper test kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk disahkan dan dilantik.  Kalau memang jajaran Kejaksaan Agung dapat memastikan bahwa kasus Syamsul Bahri akan diserahkan kepada pengdilan, tentu Komisi II harus meninjau ulang hasil fit and proper test.
Meskipun ada asas praduga tak bersalah, proses persidangan di pengadilan memerlukan  waktu cukup panjang dan menguras energi yang bersangkutan. Kondisi itu secara logis akan sangat mengganggu kinerja KPU. Lebih baik  DPR memilih alternatif  lebih aman, yaitu menggantikan Syamsul dengan calon lain yang berada di ranking delapan hasil voting fit and proper test.
Tidak tertutup kemungkinan yang bersangkutan dinyatakan bersalah dan harus menjalani pidana berdasarkan putusan pengadilan. Kalau itu terjadi, bisa dipastikan  KPU akan ikut terimbas dampaknya. Setidaknya akan muncul kesan buruk dalam masyarakat dan memerosotkan kredibilitas KPU sebagai penyelenggara pesta demokrasi.
Kalau Syamsul Bahri tetap dilantik dan menjalankan aktivitas sebagai anggota KPU, bisa dikatakan lembaga itu layu sebelum berkembang. Perikara korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) merupakan isu sangat sensitif dalam masyarakat sehingga harus menjadi perhatian serius.
Terobosan perlu dilakukan Komisi II DPR, untuk menghindari kesulitan-kesulitan yang bisa muncul di belakang hari. Bisa saja keputusan baru dilakukan hingga adanya putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, namun terlalu berisiko tinggi.
Sosok yang akan menggantikan Syamsul  Bahri,  kalau ia dinyatakan bersalah, harus belajar keras karena tak mengikuti proses tahapan pemilu dari awal. Padahal diharapkan sejak awal personel KPU harus mampu bekerja dalam tim yang solid. Masuknya personel baru di tengah jalan bisa dipastikan dapat mengganggu kinerja KPU.
Mempertahankan Syamsul Bahri sama saja dengan memberi pekerjaan tambahan bagi KPU, yaitu melayani berbagai protes dan unjuk rasa. Anggota KPU perlu ketenangan dalam bekerja sehingga amanah yang diberikan kepada mereka dapat dilaksanakan seoptimal mungkin dan menjadi lebih baik daripada pemilu sebelummnya.
Syamsul Bahri juga h arus legowo  terkait posisinya di KPU Ia harus menyadari, kelemahannya akan terus menjadi sasaran tembakan pihak-pihak yang tak puas dengan hasil fit and protes test di DPR.
Lebih baik Syamsul Bahri berkonsentrasi menghdapi perkara yang tengah melilitnya. Perkara pidana itu lebih menentukan nasibnya ke depan daripada keanggotaan di KPU yang hanya selama lima tahun.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: