Antisipasi Pembobol Rumah

HARI Raya Lebaran Idul Fitri  1428 H/2007 tinggal beberapa hari lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, lebaran sudah menjadi sebuah moment di mana masyarakat berduyun-duyun pulang ke kampung halamannya untuk merayakan lebaran atau populer dengan istilah mudik.
Sebagai kota yang masyarakatnya mayoritas pendatang, menjelang lebaran ini, sebagian besar warga Kota Batam pun mudik. Ada yang mudik ke Jawa, Sumatera, Sulawesi, Karimun, Tanjungpinang, Lingga, dan sebagainya.
Arus mudik lebaran pun semakin terasa di pelabuhan laut dan bandara Hang Nadim. Kapasitas penumpang yang menggunakan jasa penerbangan selalu penuh, begitu juga dengan kapal-kapal penyeberangan. Sebaliknya, arus mudik ke Batam tidak seimbang karena yang mudik ke Batam jauh lebih sedikit.
Sebagai kota urban, menjelang lebaran dan puncaknya saat lebaran, hampir pasti Kota Batam jauh lebih lengang karena ditinggal mudik oleh warganya. Perumahan-perumahan akan jauh lebih sepi, arus lalulintas pun tidak seramai hari-hari biasa.
Kondisi ini tidak menjamin kalau Kota Batam otomatis lebih aman. Hampir sama seperti yang dialami kota- kota urban lainnya, saat ditinggal warganya mudik, suasana lengang dimanfaatkan oleh para pencuri untuk membobol rumah dan menguras isinya.
Artinya, aksi kejahatan pembobolan rumah yang ditinggal mudik oleh pemiliknya, harus diantisipasi. Meski aparat kepolisian menggelar operasi pengamanan lebaran dengan sandi Operasi  Ketupat Candi 2007 dan mengerahkan tiga perempat kekuatannya, namun tetap bukan menjadi jaminan bila operasi ini tidak didukung sepenuhnya oleh masyarakat sendiri.
Harus diingat, antisipasi kejahatan yang paling efektif sebenarnya ada di tangan masyarakat sendiri. Seluruh personel aparat kepolisian yang terbatas, dipastikan tidak akan mampu mengcover seluruh pelosok Kota Batam.
Di sini peran petugas keamanan di lingkungan masyarakat atau satpam, harus benar-benar diberdayakan.Peran masyarakat untuk saling menitipkan rumah dan mengawasi rumah yang ditinggal pun harus dilakukan. Tentu hal ini peran Ketua RT/RW untuk mengatur sistem pengamanan lingkungan, sangat diperlukan.
Mudah-mudahan, dengan adanya antisipasi dari aparat dan dari masyarakat sendiri, suasana lebaran tahun ini benar-benar bisa berlangsung aman. Baik bagi warga yang merayakan di Kota Batam maupun bagi warga Batam yang merayakan di kampung halaman masing-masing.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: