Wacana Perjudian di KWTE Rempang

ISU mengenai perjudian selalu menarik perhatian, termasuk terkait dengan rencana pembangunan kawasan wisata terpadu eksklusif (KWTE) di Pulau Rempang. Namun Otorita Batam memberi penegaskan, tidak akan ada izin bagi praktik perjudian di kawasan tersebut.
Ketua Otorita Batam Mustofa Wijadja menyatakan, peraturan hukum yang masih berlaku menyebutkan perjudian tetap menjadi tindakan kriminal. Oleh karena itu sepanjang peraturan tersebut tidak dicabut, tidak mungkin di Pulau Rempang diberi kekhususan terkait dengan perjudian.
Sebelum Jenderal Sutanto menjadi Kapolri, di kawasan Batam ada praktik perjudian. Padahal pada saat itu Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KHUP) yang berlaku secara nasional melarang adanya perjudian.
Tak pelak ada kesan, pada waktu lalu Batam mendapat toleransi, mungkin dengan alasan untuk menarik wisatawan dan menggerakkan roda perekonomian. Praktik perjudian memang dapat menggerakkan roda perekonomian, karena sektor-sektor yang terkait ikut menggeliat. Sebut saja sektor perhotelan, usaha makana dan minuman, serta jasa transportasi umum.
Namun di sisi lain praktik perjudian juga memicu munculnya penyakit masyarakat yang lain seperti prostitusi, penyalahgunaan narkoba, dan penyalahgunaan miras. Tak pelak, memberi peluang adanya perjudian akan membawa dampak ikutan yang bisa merusak kehidupan masyarakat.
Kita memang sering membandingkan kebijakan mengenai judi dengan praktik yang dilakukan pemerintah Malaysia. Negeri Jiran yang mempunyai kawasan perjudian terkemuka, Genting Highland, sering digambarkan mampu membawa manfaat besar kepada negara tersebut dengan dampak minimalis.
Serangkaian regulasi dilakukan pemerintah Malaysia untuk menekan risiko sosial terkait perjudian. Tentu saja dengan pengawasan ketat oleh aparat yang benar-benar kredibel. Kita sebenarnya bisa saja membuat regulasi semancam itu, hanya saja tidak ada jaminan dalam pelaksanaannya.
Kelemahan yang selalu muncul adalah menyakut kredibilitas aparat yang diberi amanah untuk melaksanakan sebuah aturan. Penyalahgunaan wewenang dan praktik suap selalu melingkungi pelaksanaan sebuah aturan sehingga regulasi yang secara formal sudah lengkap, hanya menjadi macan kertas di lapangan.
Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tentu Batam dan sekitarnya tidak bisa begitu saja menabrak peraturan yang berlaku secara nasional, kecuali ada peraturan khusus untuk itu. Oleh karena itu perlu dikembangkan seluas-luasnya wacana lain mengenai industri pariwisata yang tidak melanggar ketentuan undang-undang namun mampu mengakselerasi perekonomian.
Konsep mengenai wisata dan hiburan memang selalu dikaitkan dengan seks, perjudian, serta narkoba.  Di beberapa negara lain, industri wisata yang membiarkan adanya praktik prostitusi menjadi tempat bersemainya penyakit berbahaya, di antaranya HIV/AIDS.
Namun ada juga negara yang mengandalkan industri pariwisata melalui pelayanan prima, inovasi baru yang mengandung kekhasan daerah setempat, dan penggunaan teknologi canggih yang membuat pengunjung mendapat pengalaman baru. Sebagai kawasan yang dikelilingi pantai, kawasan Batam, Rempang, dan Galang,  sangat potensial sebagai wisata air.
Persoalannya, bagaimana mempersiapkan sumber daya yang mampu mengelola dengan benar wisata pantai, air, dan laut, terutama menyangkut pelayanan, kebersihan, serta keselamatan. Selain itu mempersiapkan infrastruktur utama, terutama jalan, air bersih, dan aliran listrik yang cukup.
Memasuki usia ke-36 Otorita Batam dituntut mampu menciptakan sebuah konsep pengembangan wilayah secara komprehensif tetapi realistis. Percuma membuat sebuah perencanaan muluk-muluk yang berbiaya besar namun tak mungkin direalisasikan dan tidak didukung sumber daya memadai.
Lebih penting lagi, OB harus siap menjadi bagian dari pelaksanaan kawasan ekonomi khusus (KEK) di wilayah Batam. Tentu saja agar konsep tersebut bisa segera terealisasi dan membawa dampak bermanfaat pada masyarakat banyak.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: