Geng Motor

KEBERADAAN geng motor di beberapa kota, terutama di Jawa Barat, menjadi sorotan tajam. Kumpulan para biker yang biasa melakukan aktivitas pada malam Minggu itu dianggap sudah demikian meresahkan.7
Selain melukai dan mengganggu keselamatan pengguna jalan lainnya, aksi geng motor telah membawa korban jiwa. Pada Sabtu (27/10) malam, seorang personel anggota Polres Garut, Jawa Barat, mengalami luka parah karena ditabrak anggota geng motor yang melawan ketika dilakukan razia.
Hampir di semua kota ada geng motor, termasuk di Batam. Aktivitas geng motor di Batam dan kota lain di Kepulauan Riau memang belum menimbulkan keresahan seperti di Bandung dan Garut. Namun kalau tidak diantisipasi dengan tepat, tidak tertutup kemungkinan akan memicu keresahan dan menimbulkan kerugian materiil maupun jiwa.
Anggota geng motor seringkali melakukan aktivitas  berupa konvoi dan lomba kebut-kebutan alias balapan liar. Selama ini fenomena di Batam masih sebatas kebut-kebutan di kawasan Batam Centre pada Sabtu malam yang menimbulkna kebisingan dan sangat mungkin membahayakan keselamatan orang lain serta mereka sendiri.
Membuka lokasi balapan resmi bukan cara jitu untuk menghilangkan kebiasaan kebut-kebutan di jalan umum. Sanksi berupa ’tilang’ dan pembinaan di kantor polisi juga hanya memberi efek sesaat.
Oleh karena itu perlu ada sebuh metode lebih tepat yang melibatkan semua pihak terkait dengan geng motor. Kebanyakan anggota geng motor adalah remaja yang masih duduk di bangku SLTP dan SLTA. Ada juga mahasiswa tetapi jumlahnya tidak banyak. Kelompok yang sering ‘menyusupi’ geng motor yaitu para preman .
Dengan bergabung dengan para remaja geng motor, para preman bisa memanfaatkan  kesempatan untuk melakukan tindak kejahatan. Paling tidak mereka bisa memanas-manasi para remaja untuk menggelar perjudian terselubung. Balapan dengan taruhan uang acapakali dipandang sebagai ajang petualangan bergengsi.
Tindakan hukum yang tegas bagi anggota geng motor yang melakukan tindak kejahatan seperti pemerasan, perusakan, penganiayaan, dan pembunuhan, bisa saja menjadi shock therapy. Namun lebih penting lagi, bagaimana model pembinaan bagi mereka ketika harus menjalani pidana. Menempatkan mereka di lembaga pemasyarakatan (LP)  tanpa ada upaya lain tentu hanya sekadar memberi hukuman.
Muncul kekhawatiran mereka menjadi sosok yang lebih jahat ketika dalam menjalani hukuman ditempatkan bersama dengan para penjahat perofesional. Tak pelak, LP sering dianggap senagai sekolah bagi orang untuk meningkatkan kualitas kejahatannya.
Oleh karena itu, harapan besar tentu berada di tangan orangtua masing-masing. Orangtua yang paling tahu dan paling bertanggung jawab terhadap abak-anaknya, baik dalam lingkungan rumah tangga maupun di luar.
Para remaja tidak mungkin menjadi kelompok geng motor anarkis ketika para orangtua concern kepada kehidupan mereka. Tentu bukan berarti serta merta para orangtua harus melarang anak-anaknya menggemari otomotif dan punya perkumpulan sesama bikers.
Pada prinsipnya, kelompok penggemar motor, entah berdasarkan merek maupun jenis, tidak melanggar hukum. Kelompok-kelompok seperti itu banyak yang memberi manfaat besar kepada anggotanya, terutama dalam bertukar pengetahuan, skill, dan pengalaman.
Bahkan ada kelompok penggemar otomotif (mobil dan motor) yang sering malakukan aksi sosial kepada kelompok masyarakat tak mampu. memang beberapa waktu lalu ada keluhan dari para pengguna jalan terhadap kelompok penggemar motor gedhe (moge) yang kurang menghormati aturan lalu lintas.
Padahal para penggemar moge hampir semua orang dewasa, mempunyai status soaial tertentu, dan bukan orang yang tidak memahami hak orang lain. Orang seringkali menjadi lupa diri ketika berada di tengah kerumunan. Bahkan sering merasa boleh bertindak apa saja ketika berada dalam kelompok.
Rasaanya semua pihak yang ada di Kepri tidak perlu menunggu sampai jatuhnya korban untuk peduli kepada para remaja terlibat dalam geng motor. Sebelum terlambat, mengapa tidak mulai sekarang mendekati mereka dengan hati tulus merangkul mereka.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: