Tantangan Baru PLN Batam

HARI ini, Rabu (3/10/2007), PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam merayakan HUT ke-7. Ulang tahun kali ini boleh dibilang istimewa karena kawasan Batam yang menjadi wilayah pelayanan PT PLN Batam menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan Peraturan Pemerintah pengganti Undang- undang (Perpu) No 1 Thn 2007 mengenai KEK di kawasan batam, Bintan, dan Karimun (BBK). Sebuah payung hukum yang diharapkan dapat menarik investasi ke wilayah BBK dan pada akhirnya mempercepat akselerasi pertumubuhan ekonomi di wilayah Porvinsi Kepulauan Riau.
Pada masa kini, kebutuhan listik di kawasan Batam bisa disebut tidak ada masalah. Begitu pula ketika nanti arus investasi deras mengalir, kalau dilihat dari road map dan rencana kerja PT PLN, kebutuhan listik di Batam masih dapat terlayani.
Sebuah tantangan baru bagi PT PLN Batam untuk tidak sekadar melayani kebutuhan listrik di Batam tetapi juga di wilayah Bintan dan Karimun. Sebenarnya PT PLN Batam yang dikomandani Ir Ifriandi Msc, juga punya obesesi pengembangan pelayanan ke wilayah Bintan, meski harus diakui harus  melalui jalan berliku untuk merealisasikan obsesi bersangkutan.
Persoalan investasi (modal) yang tidak sedikit dan tarik ulur mengenai tarif merupakan persoalan tidak sederhana. Tidak mudah meyakinkan warga Bintan, terutama kalangan pebisnis dan pengusaha setempat, terkait besaran tarif listik.
Sebgai sebuah korporasi swasta murni –anak perusahaan PT PLN (Persero)– penerapan tarif tentu tidak bisa disamakan dengan tarif dasar listrik (TDL) nasional yang mengandung unsur subsidi. Pada satu sisi, subsidi memang sangat banyak membantu masyarakat, namun di sisi lain memicu munculnya kesulitan- kesulitan baru.
Tersedotnya anggaran negara untuk subsidi acapkali dituding sebagai biang dari sulitnya membangun pembangkit listrik yang baru. Tak pelak, gap yang kian jauh antara kebutuhan dan ketersediaan pasokan aliran listik menimbulkan kelangkaan. Tak heran terpaksa dilakukan pemadaman bergilir yang begitu merepotkan banyak pihak.
Tak ada jalan lain kecuali dicari jalan tengah yang setidaknya dapat mengatasi satu bagian dari persoalan. Pertanyaan yang sering muncul, mana yang harus didahulukan, mengatasi kelangkaan pasokan listrik atau bersepakat mengenai penerapan tarif regional. Tidak mudah untuk menjawab dengan cepat.
Namun, ketika regulasi baru di wilayah BBK sudah digulirkan, rasanya pilihan pertama patut dijadikan acuan untuk menentukan sikap. Untuk mendorong masuknya investasi ke wilayah BBK, jaminan ketersediaan aliran listik menjadi sebuah keniscayaan.
Kalau terus menerus kita berdebat panjang mengenai penerapan tarif tanpa ada gerak maju untuk melakukan langkah riil mengatasi kelangkaan listrik di Bintan dan Karimun, rasanya keinginan menarik investasi ke wilayah ini ibarat jauh panggang dari api.Untuk mengatasi persoalan, butuh pengorbanan semua pihak.
Untuk meyakinkan warga Bintan, PT PLN Batam perlu terus menerus membuktikan diri sebagai sebuah korporasi yang profesional, akuntable, dan efisien. Persepsi masyarakat terhadap korporasi yang berbau plat merah –apalagi nama PT PLN Batam mirip benar dengan PT PLN (Persero)– sudah telanjur negatif.
Perusahaan plat merah (BUMN) selalu dipersepsikan sebagai korporasi yang tidak efisien, salah urus, terlilit KKN, dan terus merugi. Wajar saja kalau kemudian muncul ide untuk mengubah nama PT PLN Batam agar dengan mudah dan cepat warga masyarakat mengetahui perbedaan dengan PT PLN (Persero).
Perlu dicatat, perubahan nama tidak membawa pengaruh apa-apa kalau tidak diikuti oleh kinerja prima, terutama di bidang pelayanan, transparansi, dan good governance (tata kelola yang baik). Rasanya PT PLN Batam mampu melakukan itu semua karena berhasil melewati masa-masa sulit di masa lalu. Selamat ulang tahun! (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: