Hobi Presiden Mencipta Lagu

TAK semua memberi respek positif  pada hobi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang suka menciptakan lagu. SBY meluncurkan album Rinduku Padamu  diluncurkan pada 28 Oktober  lalu.
Album rekaman bersampul biru itu berisi 10 lagu ciptaan SBY, yang dinyanyikan sejumlah artis seperti Ebiet G Ade, Widhi AB Three, Dea Mirela, dan Kerispatih. Dalam kesempatan itu SBY juga langsung mendaftarkan hak cipta lagu-lagu tersebut ke Departemen Kehakiman dan HAM, yang oleh sejumlah kalangan ditafsrikan sebagai sentilah terhadap Malaysia.
Seperti diketahui, banyak karya cipta bangsa Indonesia yang diklaim Malaysia sebagai karya cipta pihak di Negeri Jiran itu. SBY juga sekaligus ingin memberi sinyal perlunya perlindungan hukum terhadap para pencipta karya seni dan intelektual sehingga tidak terus menerus menjadi korban para pembajak.
Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) termasuk orang yang kurang respek pada hobi SBY dalam mencipta lagu sekaligus meluncurkannya. Gus Dur menyentil SBY dengan kalimat, “Ada krisis begitu besar kok malah ngarang. Padahal kenyataannya, SBY kurang perhatian terhadap masalah kemiskinan, kebodohan. Eh, malah ngarang lagu.”
Menurut pandangan Gus Dur, mencipta lagu tak lebih sebagai pelampiasan SBY yang melihat  begitu banyak krisis di Indonesia. Dalam kesempatan itu Gus Dur memberi saran agar SBY menjadi pemimpin yang berani melawati dan menghadapi krisis multidimensional tersebut.
SBY sendiri  mengungkapkan, menciptakan lagu di sela-sela waktu senggangnya. Ia menyebut, semua orang, termasuk para pejabat, mempunyai hobi untuk mengisi waktu senggang di tengah kesibukan pekerjaan.
SBY mengaku punya hobi main musik dan mencipta lagu, sedang orang lain bisa saja punya kesukaan mancing, main golf, maupun aktivitas lainnya. Rasanya wajar saja SBY sebagai manusia normal mempunyai hobi dan mengekspresikannya dalam bentuk album sehingga dapat dinikmati oleh orang lain.
Hobi SBY tersebut sebenanrnya tak bisa dikaitkan dengan posisinya sebagai presiden. Selain bersifat pribadi, juga tidak ada yang salah, bahkan punya unusr positif cukup kuat. Alangkah ironisnya kalau seorang pemimpin ternyata punya hobi negatif, seperti bermain judi, mabuk, dan hal-hal bersifat maksiat lainnya.
Kalaupun SBY dianggap belum dapat menghantarkan bangsa ini keluar dari krisis yang membelit, tentu tidak ada korelasinya dengan mencipta lagu. Justru melalui lagu seseorang bisa memberikan edusi atau menggerakkan orang lain untuk bertindak produktif.
Memang ada syair-syair lagu yang bisa memicu pendengarnya bertindak agresif atau destruktif. Namun syair lagu-lagu yang diciptakan SBY syarat dengan makna, mulai dari kecintaan kepada pihak lain, kebersamaan, dan solidaritas sosial. Tinggal bagaimana warga masyarakat yang menyimak lagu-lagu itu memberi respon.
Di alam demokrasi, sah-sah saja Gus Dur menyentil hobi SBY. namun di sisi lain, rakyat tentu menginginkan para pemimpinnya –baik pemimpin formal maupuninformal– saling bergandengan tangan untuk bersama-sama mengurai krisis yang terjadi. Tidak ada sebuah bangsa pun yang dapat mencapai tujuan nasionalnya secara sendiri-sendiri.
Dalam kenyataan para tokoh bangsa ini tak ampu menyatukan langkah dan pikiran untuk menghadapi persoalan secara bersama-sama. Berbagai dialog yang selama ini dilakukan masih kental bernuansa kepentingan politik praktis jangka pendek.
Tendensi terhadap kekuasaan begitu kuat sehingga substansi sebenarnya menjadi kabur, bahkan hilang. Sebelum semuanya menjadi sangat terlambat, harus segera digalang dengan serius solidaritas sosial.
Menggerakkan solidaritas sosial di kalangan akar rumput akan menjadi lebih mudah tatkala para pemimpin dan tokoh bangsa ini tak lagi memikirkan dirinya sendiri serta merasa paling benar. Kalau para pemimpin dan tokoh dapat memberi contoh riil dalam menggalang rasa solidaritas sosial, kalangan akar rumput tentu akan terinspirasi.
Terlalu kecil rasanya untuk memperdebatkan hobi berkesenian seorang pemimpin. Lebih produktif dan positif memberikan apreasiasi sewajarnya sehingga jalur komunikasi tetap terjaga agar terhindar kesalahpahaman. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: