Saling Bermanuver untuk Pilpres 2009

PARA calon presiden pemilu 2009 mulai melakukan berbagai manuver politik. Setelah Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mendeklarasikan diri sebagai calon presiden,  KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendadak mengunjungi kediaman mantan Presiden Megawati Soekarnoputri di Jl Teuku Umar, Jakarta, Selasa (2/10).
Orang dekat Megawati, Tjahjo Kumolo, menyebut isi pertemuan Gus Dur dan Megawati tak jauh dari pemilihan presiden (pilpres) 2009. Tampaknya kedua tokoh yang pernah disebut sebagai dwi tunggal di awal reformasi itu menjajagi kembali komunikasi politik yang sempat memburuk ketika Gus Dur dilengserkan dari kursi kepresidenan pada 24 Juli 2001 lalu.
Megawati sempat dituding ikut melengserkan Gus Dur  sehingga hubungan keduanya merenggang. Gus Dur bahkan mencoba maju lagi dalam pilpres 2004 meski kemudian dinyatakan tidak lolos tes kesehatan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Bursa calon presiden kian seru ketika Wakil Presiden yang juga Ketua Umum DPP partai Golkar Jusuf Kalla memberi sinyal bisa saja dalam pilpres 2009 mendatang berpisah dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam acara buka puasa bersama dengan pimpinan fraksi DPR di Jakarta, Selasa,  Kalla menyatakan partainya akan menentukan sikap pada awal 2009.
Alasan Kalla cukup masuk akal. Kalau Partai Golkar terlalu dini bersikap justru akan menimbulkan situasi kontraproduktif karena posisi Kalla sebagai wakil presiden sangat dilematis.
Namun, sinyal bahwa Partai Golkar dan Kalla bisa saja berpisah dengan SBY juga dapat memicu suasana tidak nyaman di pemerintah. Sebagai figur yang bisa dipastikan akan ikut lagi dalam pilpres 2009, wajar saja  kalau SBY mulai mengambil jarak dan lebih percaya kepada para loyalisnya di kabinet.
Inilah keunikan konfigurasi politik di Indonesia. Seorang wakil presiden mempunyai basis politik yang berbeda dengan presiden, dan pada pilpres berikutnya ada kemungkinan saling berhadapan sebagai rival.
Para analis memperkirakan, pada pertengahan tahun depan,  perhatian SBY, Kalla, dan sebagian dari para menteri di kabinet, sudah terpecah. Selain memikirkan tugasnya sebagai pejabat negara, mereka juga disibukkan dengan persiapan pemilu. Dengan kata lain, dalam kondisi seperti itu pemerintahan sudah tidak efektif lagi seperti waktu-waktu sebelumnya.
Apalagi kalau pada awal 2009 mendatang Partai Golkar sebagai pemenang Pemilu 2004 dan kini menjadi partai pendukung pemerintah, mendeklarasikan calon presiden dan memutuskan berpisah dengan SBY.
Praktis jalannya  pemerintahan boleh dibilang mengalami stagnasi. Pemerintahan hanya mengandalkan peran para birokrat yang secara formal tidak terlibat langsung dalam urusan politik praktis.
Oleh karena itu, Presiden SBY  perlu segera memikirkan bagaimana caranya agar sisa waktu pemerintahannya tetap berjalan efektif hingga presiden dan wakil presiden periode berikutnya remi memegang tampuk kekuasaan. Dengan kata lain perlu dipersiapkan figur-figur yang akan memainkan peran di kabinet manakala ada menteri yang mendadak mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai anggota parlemen atau presiden/wapres.
Perlu diingat, agenda politik apapun yang berlangsung di negeri ini, kepentingan rakyat tetap harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai hanya karena para pejabat tinggi sibuk berpolitik praktis terkait pemilu kemudian mengabaikan pelayanan, pengambilan keputusan bersifat segera, dan mengambil manfaat dari kedudukannya untuk kepentingan pribadi serta kelompok.
Pemerintah juga harus bisa menjamin netralitas jajaran birokrasi, para pegawai negeri sipil (PNS). TNI/Polri untuk tetap dalam posisi netral. Jumlah para abdi negara tersebut memang relatif cukup banyak, apalagi kalau ditambah dengan keluarganya. Tak pelak, para politisi seringkali tergelitik untuk mendekati dan memanfaatkan mereka.
Menjaga sikap netral menjadi sangat penting karena keberadaan mereka hanya untuk kepentingan negara dan masyarakat luas,  bukan untuk orang per orang, kelompok, dan partai politik. Siapapun yang nantinya memegang kendali kekuasaan eksekutif, jajaran birokrasi dan TNI/Polri harus tetap melaksanakan tugasnya.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: