Illegal Logging

SUNGGUH  mengejutkan. Terdakwa Adelin Lis yang dituduh melakukan praktik illegal logging (pembalakan kayu liar) di kawasan Mandailing Natal, Sumatera Utara, divonis bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (5/11). Peristiwa ini tentu mengecewakan jaksa, para pecinta lingkungan hidup, dan kalangan yang peduli terhadap kelestarian sumber daya alam di negeri ini.
Majelis hakim diketuai Anwar Byrin menilai tim jaksa penuntut umum tidak mampu membuktikan kesalahan terdakwa  sehingga Adelin Lis harus segera dibeaskan dan dipulihkan nama baiknya. Padahal kasus Adelin Lis sempat memicu kegemparan dalam proses penyidikan karena yang bersangkutan sempat kabur ke Cina.
Ia dapat ditangkap secara kebetulan ketika mengurus dokumen keimigrasian di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Beijing. Setelah ditangkap petugas KBRI, Adelin sempat berusaha kabur dengan alan menderita sakit dan minta dibawa ke rumah sakit setempat.
Petugas KBRI yang mengantarkan Adelin ke rumah sakit sempat dikeroyok sekitar 20 orang tak dikenal sehingga sang buron dapat melarikan diri. Namun beberapa jam kemudian Adelin dapat diringkus kembali dengan bantuan polisi Cina.
Dari cerita awal itu sangat kelihatan Adelin memang berniat lari dari tanggungjawab kasus pembalakan kayu liar. Kalau saja saat itu ia tidak teledor mengurus sendiri dokumen keimigrasian di KBRI, bisa jadi Adelin tidak dapat dihadapkan ke persidangan dan tetap bersatus sebagai buron.
Rupanya majellis hakim Pengadilan Negeri Medan lupa pada kenyataan betapa sulitnya memburu para buron kelas kakap yang telanjur kabur ke luar negeri. Beruntung, kejaksaan yang mengajukan upaya hukum berupa kasasi ke Mahkamah Agung (MA) terkait vonis bebas itu, tetap mengajukan cegah tangkal (cekal) terhadap Adelin.
Dengan status sebagai orang bebas, dengan mudah Adelin pergi ke luar negeri. Akan menimbulkan kegemparan kalau ternyata di belakang hari MA membatalkan vonis bebas Pengadilan Negeri Medan. Oleh karena itu jajaran kejaksaan harus cermat betul dalam mengawasi Adelin Lis.
Begitu pula jajaran Direktorat Imigrasi yang bertindak sebagai penjaga pintu masuk dan keluar wilayah Indonesia, tidak boleh lengah dan dapat diperdaya oleh Adelin Lis yang tentu ingin terbebas dari kasus kontroversial itu. Harus dicatat, sepanjang kejaksaan masih mengajukan kasasi, posisi Adelin masih belum aman 100 persen.
Dalam tuntutannya, kejaksaan minta agar Adelin Lis dihukum 10 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan,  ganti rugi dana provisi sumber daya hutan (PSDH)  Rp 119 miliar dan 2,9 juta dolar, secara tanggung renteng dengan terdakwa lainnya dalam kasus yang sama. Melihat isi tuntutan, boleh dibilang kasus Adelin Lis merupakan kasus illegal logging terbesar yang ada selama ini.
Wajar saja kalau vonis bebas itu mengejutkan banyak pihak. Oleh karena itu vonis tersebut merupakan tantangan bagi jajaran kejaksaan untuk meyakinkan MA bahwa isi dakwaan terhadap Adelin bukan hanya macan kertas. Kejaksaan harus mengevaluasi kembali bukti-bukti yang selama ini didapat penyidik dan hasil persidangan di tingkat pengadilan negeri.
Di sisi lain, sikap Pengadilan negeri Medan terkait kasus Adelin memperihatinkan kita semua. Di saat jajaran Polri dan pemerintah berupaya keras memberantas praktik illegal logging, pengadilan justru memberi angin kepada orang-orang yang membabat hutan tanpa kepedulian sedikitpun.
Cukup mengherankan juga mengapa pengadilan tidak memperhatikan berbagai bencana yang terjadi selama ini, terutam banjir dan tanah longsor, banyak dipicu oleh praktik illegal logging. Ribuan orang harus kehilangan harta benda bahkan nyawa akibat tersapu banjir dan tanah longsor. Belum lagi vegetasi dan habitat flora serta fauna hancur lebur karena ulah segelintir orang yang rakus mengeksploitasi hutan.
Rasanya, para hakim perlu mengikuti workshop  terkait dengan lingkungan hidup, menjaga kelestarian alam, dan dapat dari kerusakan terhadap hutan-hutan di negeri ini. Sebagai bagian dari anak bangsa negeri ini, para hakim juga ikut bertanggungjawab terhadap warisan generasi mendatang itu.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: