Pencucian Uang

MONEY laundry alias pencucian uang, menjadi istilah populer akhir-akhir ini. Terungkapnya kasus pabrik shabu-shabu di Batam, ikut melambungkan istilah tersebut setelah Mabes Polri menemukan bukti awal sindikat narkoba asal Taiwan mempunyai beberapa usaha legal berupa properti dan perdagangan barang- baran sanitari.
Tuduhan pencucian uang juga dikenakan kepada Adelin Lis, bos perusahaan pemegang HPH di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, yang divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Medan, Senin (5/11), dalam kasus illegal logging. Sehari setelah divonis bebas, rumah mewah Adelin di Medan tiba-tiba digerebek polisi.
Polisi mengaduk-aduk rumah itu dengan alasan ingin mencari bukti kasus money laundry yang dilakukan Adelin. Tentu penggeledahan ini membuat pengacara Adelin, Albert Nadek, kecewa. Menurutnya, polisi tidak punya dasar melakukan penyidikan kasus money laundry terhadap kliennya.
Pencucian uang merupakan terminologi hukum. Seseorang dapat dituduh melakukan praktik pencucian uang kalau ia terbukti melakukan kejahatan (tindak pidana) dan hasilnya kemudian dipakai untuk membiayai usaha legal. Dengan demikian, kejahatan utamanya harus ada dulu, entah berwujud  illegal logging, korupsi, perdagangan narkoba, atau tindak pidana lainnya.
Ada dua cara untuk mengajukan perkara pencucian uang ke pengadilan. Cara pertama, kejahatan utama dan tindak pidana pencucian uang diajukan secara bersama-sama ke pengadilan. Cara lainnya, mengajukan secara terpsiah.
Baik diajukan secara bersama-sama maupun terpisah, kejahatan utama harus dibuktikan terlebih dulu. Manakala kejahatan utama terbukti secara hukum, baru dilakukan pengujian apakah benar hasil kejahatan dipakai untuk membiayai usaha legal.
Persoalan sering muncul ketika kejahatan utamanya ternyata tidak terbukti, seperti terjadi dalam kasus Adelin Lis. Majelis hakim menyatakan dakwaan jaksa terkait illegal logging terhadap Adelin tidak terbukti sehingga ia dibebaskan. Dalam konsisi seperti itu dengan muadah Adelin menepis tuduhan melakukan praktik pencucian uang dari hasil  illegal logging.
Namun polisi masih bisa beralasan, kasus illegal logging yang dituduhkan kepada Adelin belum final karena jaksa mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung. Polisi yakin jaksa penuntut umum kasus itu mampu meyakinkan MA untuk menganulir putusan bebas Pengadilan Negeri Medan.
Dengan demikian perburuan terhadap Adelin semkin seru. Belum jelas betul, usaha legal apa yang dibiayai Adelin dengan uang hasil pembalakan kayu liar. Meski begitu polisi harus menunggu lebih dulu  vonis MA, sebelu mengajukan tuduhan pencucian uang ke pengadilan.
Manakala MA tetap menguatkan putusan Pengadilan Negeri Medan, sia-sia lah upaya menjaring Adelin Lis dengan tuduhan melakukan praktik pencucian uang. Kalaupun MA menyatakan Adelin bersalah melakukan illegal logging, tak mudah bagi polisi dan jaksa membuktikan terjadinya pengalihan uang hasil kejahatan ke usaha legal.
Pembuktian secara akutansi bukan langkah mudah, apalagi kalau usaha legal itu didirikan sebelum terjadinya kejahatan utama. Ambil contoh kasus panrik narkoba di batam yang melibatkan para direksi PT Hup Seng Development.
Perusahaan itu melakukan investasi di Batam sejak 1999 lalu, dan mulai melakukan pembangunan properti pada 2002,  sedangkan pabrik shabu-shabu diperkirakan baru beroperasi dalam kisaran bulan. Kalau dua usaha itu –usaha legal dan ilegal– berjalan parapel tanpa ada pengalihan dana, tentu saja tidak terjadi pencucian uang.
Bisa saja seorang pengusaha yang mempunya usaha legal tidak puas terhadap hasil usaha tersebut, kemudian membuka usaha ilegal untuk menambah keuntungan. Hasil kejahatan yang hanya disimpan atau dinikmati sendiri tidak masuk kategori pencucian uang.
Namun bukan berarti kejahatan pencucian uang tidak bisa diungkap karena pada dasarnya tidak ada kejahatan yang tak meninggalkan jejak (bukti). Perlu ketelitian, kecermatan, dan pelibatan banyak tenaga ahli untuk menelusuri kasus seperti itu.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: