Parkir Berlangganan

PARKIR berlangganan, begitulah gagasan para wakil rakyat Batam yang duduk di Komisi II bersama pejabat Dishub. Ide ini mencuat, ketika pendapatan asli daerah dari parkir kendaraan bermotor dari tahun ke tahun gagal melampaui angka Rp 1 miliar per tahun.
Suatu pendapatan yang dianggap teramat kecil untuk Kota Batam yang dipadati 59 ribu kendaraan bermotor roda empat (mobil) dan 157 unit kendaraan bermotor roda dua setiap hari. Dengan asumsi setiap mobil membayar parkir Rp 100 ribu per tahun dan motor Rp 50 ribu per tahun, retribusi parkir potensial menyumbangkan PAD Rp 13,7 miliar per tahun.
Pendapatan yang luar biasa! Hampir 15 kali lipat dibanding rata-rata pendapatan parkir per tahun yang hanya mencapai Rp 927 juta. Rasional, dan cukup membangkitkan harapan untuk menyumbang APBD 2008 yang dipatok Rp 694,5 miliar.
Di atas kertas, ide para wakil rakyat ini tergolong luar biasa. Apalagi, fakta pertambahan kepemilikan kendaraan bermotor di Batam maupun kota-kota di Indonesia, senantiasa menunjukkan grafik peningkatan signifikan. Artinya, margin Rp 13,7 miliar per tahun potensial tercapai bahkan terlampaui.
Para wakil rakyat dan jajaran eksekutif terkait, tinggal menata, mengubah dan membuat produk hukum yang melandasi penerapan parkir berlangganan itu. Misalnya, merevisi bahkan mencabut Perda Nomor 9 Tahun 2001 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Batam. Pendek kata, penyiapan ketentuan hukum tak memerlukan energi besar.
Pertanyaannya, apakah gagasan yang diadopsi dari studi banding di Mojokerto, Jawa Timur itu mampu memenuhi harapan masyarakat Batam? Ada beberapa aspek yang patut dikaji mendalam, sebelum ide ‘brilian’ itu direalisasi Maret 2008 mendatang.
Pertama, asas keadilan. Tidak semua warga memerlukan parkir berlangganan. Akan menjadi pelik, ketika mengukur intensitas parkir setiap pemilik kendaraan. Artinya, tidak setiap orang memiliki mobilitas fisik tinggi dan memarkir kendaraan di banyak tempat setiap hari, bulan ataupun tahun.
Dengan sistem pembayaran bersamaan pajak kendaraan, setiap pemilik kendaraan potensial merugi. Oleh karena parkir atau tidak, pemilik kendaraan wajib membayar retribusi parkir. Aspek lainnya adalah keamanan dan kenyamanan parkir serta psikologis juru parkir dalam melayani perpakiran.
Faktor keamanan menjadi mengemuka, manakala sistem parkir masih mengusung dasar sewa tempat (lahan). Jika ini belum diubah, maka tingkat keamanan parkir tetap rawan. Fakta yang terjadi di Batam maupun kota lain, cenderung memberi petunjuk tiadanya tanggungjawab dari pengelola, bila kendaraan hilang (dicuri).
Oleh karena itu, patut dipikirkan aspek tanggungjawab ini dengan mengadopsi sistem parkir di Kota Surabaya. Kendaraan yang hilang akan diganti, tentu dengan syarat dan prosedur yang ditetapkan dan bisa dipertanggungjawabkan.
Tanpa menafikkan keandalan jukir dalam melindungi kendaraan dari tangan pencuri, gejala pencurian kendaraan bermotor masih banyak terjadi di areal-areal parkir. Besar-kecilnya tanggungjawab jukir dalam masalah ini pun amat terkait dengan besaran upah yang didapat.
Faktor ini amat terkait dengan sistem pengelolaan parkir yang rencananya diserahkan swasta. Tanggungjawab dan loyalitas jukir ini amat vital dan strategis. Selain memberi rasa aman juga terkait performance pelayanan yang diterima publik atau pemilik kendaraan. Selain itu, klasifikasi parkir menurut waktu patut diperhitungkan.
Artinya, gagasan DPRD itu menggunakan dasar parkir yang established. Sedangkan parkir temporer, seperti adanya event-event tertentu di tempat umum harus diakomodir dalam platform parkir berlangganan. Jika seluruh dimensi bisa diakomodir dan rasa aman serta nyaman didapat, parkir berlangganan sungguh memberi impian dalam mendongkrak Batam. Yang patut digarisbawahi, jangan sampai menggadaikan rasa aman dan nyaman demi besarnya PAD yang belum tentu bisa dinikmati rakyat Batam. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: