Mengapa Harus Anti-KWTE?

DALAM beberapa hari terakhir, Ranperda Kawasan Wisata Terpadu  Eksklusif (KWTE) di Treasure Bay Bintan, Lagoi, menjadi topik menarik dibahas.
Ranperda KWTE yang diajukan Pemerintah Kabupaten Bintan ke DPRD Bintan, itu menuai tanggapan pro dan kontra. Pihak yang pro tentu menganggap konsep KWTE ini merupakan terobosan yang brilian karena diyakini bisa mendongkrak pemasukan asli daerah, menyerap banyak tenaga kerja, dan menggairahkan sektor lain.
Namun penolakan konsep KWTE ini terlihat sangat deras. Pasalnya  Bab I Pasal 1 poin 9, Ranperda KWTE berbunyi zona khusus adalah bagian dari KWTE yang ditetapkan untuk kegiatan hiburan dan ketangkasan yang bersifat untung-untungan.
Hiburan ketangkasan yang bersifat untung-untungan ini dimaknai melegalkan kegiatan perjudian. Tidak hana dianggap melanggar aturan agama dan hukum di Indonesia, ada yang mencurigai di balik usulan ini terdapat kepentingan sindikat mafia yang ingin membangun kawasan judi, untuk menyaingi kawasan perjudian di Malaysia.
Diakui, pasal yang memuat soal tempat hiburan dan ketangkasan yang bersifat untung-untungan ini sangat tidak mungkin teralisasi. Sayangnya, berbagai tanggapan yang ada, terkesan menganggap konsep KWTE ini harus ditolak mentah-mentah, sehingga usulan Ranperda ini terkesan sudah dihakimi sebelum dibahas.
Seharusnya, Ranperda ini dinahas lebih dahulu dan kalau ada hal-hal yang bertentangan dengan agama dan hukum di Indonesia, maka harus di revisi sehingga konsep KWTE ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi bisa dilaksanakan tanpa melegalkan judi.
Soal tempat hiburan, di mana pun di tempat wisata, selalu ada unsur hiburannya. Tetapi jangan lantas dicurigai kalau hiburan itu hanya terkait prostitusi.  Toh kalau KWTE Lagoi di Bintan beroperasi, yang berkunjung bisa jadi kalangan keluarga, bukan hidung belang.
Melihat banyaknya pro kontra KWTE Lagoi,  sangat terlihat kalau anggota DPRD Bintan sendiri terkesan menunggu reaksi dari pihak luar sehingga tidak menunjukkan sikap yang tegas terkait usulan Ranperda KWTE. Anehnya di pihak eksekutif Pemerintah Kabupaten Bintan sendiri terlihat ada ketidakkompakan.
Wakil  Bupati Bintan Mastur Taher mengaku tidak tahu menahu soal Ranperda KWTE.
Hal ini sangat disayangkan karena sebagai eksekutif, Mastur pun harus ikut memikirkan terobosan- terobosan baru untuk mendongkrak perekonomian Bintan.
Soal terobosan baru tersebut harus ditinjau karena bisa merugikan kepentingan yang lebih besar, hal itu merupakan kewajaran. Jadi mengapa harus anti KWTE kalau KWTE bisa dilaksanakan tanpa harus ada judinya, kan!(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: