Mengatur Baliho Ukuran Jumbo

HUJAN deras disertai angin kencang menerpa Jakarta dan sekitarnya. Kemacetan yang sudah menjadi tradisi di Jakarta kian bertambah parah karena sejumlah pohon serta baliho ukuran besar bertumbangan.
Sejumlah mobil surak akibat tertimba pohon dan baliho yang roboh. Di antara baliho yang roboh bergambar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ny  Ani Yudhoyono, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Baliho yang terpampang di depan eks Hotel Indonesia (HI), Jl Thamrin, Jakarta, terkait Hari Kesehatan ke-43.
Tak pelak kejadian itu menarik perhatian  para pengguna jalan, sehingga terjadi kemacetan sepanjang 3 km. Uniknya, setengah dari baliho itu tidak ikut terjatuh ke depan. Bagian dari baliho yang masih tegak berdiri bergambar Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkes Siti Fadillah Supari, Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Wagub Prijanto.
Baliho lainnya di kawasan Jalan Trunojoyo, juga roboh menimpa sebuah taksi. Sopir dan dua penumpang taksi langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) yang tak jauh dari lokasi.
Mengambil hikmah dari peristiwa itu, perlu ada pengaturan menyangkut lokasi pemasangan baliho dan standar keamanannya. Baliho yang pada masa kini indentik dengan reklame dan mampu mendatangkan pemasukan kepada pemerintah daeah, seolah tidak terkontrol.
Akibatnya, baliho dan billboard yang menggunakan kerangka besi ukuran besar, sering membawa bencana terhadap pengguana jalan serta warga yang berada di sekitarnya. Sebagian besar baliho tidak memperhatikan unsur keamanan karena tidak dibuat utuh tanpa ada lubang menyalur angin.
Tak pelak, ketika terjadi hujan deras disertai angin kencang, barang beratnya bisa lebih dari satu ton itu roboh. Selain korban jiwa dan luka, robohnya baliho membuat kemacetan lalu lintas. Apalagi kalau pemerintah daerah tidak punya tenaga atau peralatan memadai untuk menyikirankan baliho yang roboh.
Kota Batam pada saat ini juga sudah mulai dipenuhi oleh berbagai baliho ukuran jumbo di pinggir- pinggir jalan. Lokasi yang dipilih tentu lokasi strategis yang banyak dilalui orang dan berada di kawasan padat lalu lintas.
Pemilihan lokasi tersebut wajar-wajar saja. Mana ada pihak yang mau membayar biaya dan pajak  pemasangan iklan berbentuk baliho di lokasi sepi serta  jauh dari keramaian penduduk. Pemasangan baliho berisi iklan produk, jsa, dan informasi lain, diharapkan dapat mempengarhi persepsi orang sebanyak-banyaknya.
Namun, unsur estetika dan keselamatan harus tetap menjadi acuan utama. Persyaratan ketat harus diterapkan bagi pemasangan baliho yang berada di kawasan padat lalu lintas dan aktivitas warga. Bukan hanya memperhatikan konstruksi baliho dalam situasi normal, tetapi juga  ketika hujan deras dan angin kencang.
Seperti diketahui wilayah Kota Batam sering diterpa angin puting beliung serta hujan deras disertai angin kencang. Secara geografis, frekuensi munculnya angin puting beliung di Batam sangat tinggi.
Demi keselamatan warga, Pemerintah Kota Batam harus berani menolak pemasangan baliho dengan ukuran tertentu dan ketinggian tertentu di lokasi-lokasi yang rawan terjadinya musibah. Kawasan perdagangan di Nagoya dan Jodoh terlihat sudah semrawut dengan baliho-baliho ukuran jumbo, baik di pinggir jalan maupun di atas bangunan bertingkat.
Kawasan tersebut sangat padat lalu lintas dan lalu lalang warga, sehingga peluang terjadinya kecelakaan akibat robohnya baliho sangat tinggi. Terutama baliho yang tidak mempunyai lubang-lubang yang berfungsi sebagai jalannya udara/angin.
Untuk mengurangi risiko, bukan berlebihan proses pembangunan kontruksi baliho ukuran besar mendapat pengawasan ketat. Sudah bukan menjadi rahasia, seringkali pembangunan sarana beriklan tersebut tidak sesuai bestek untuk menghemat ongkos.
Jangan sanpai kita baru ribut setelah semuanya terjadi dan jatuh korban. Alangkah baiknya jatuhnya korban dan kerugian dapat dicegah dari dini. Bukankah mencegah lebih murah harganya daripada ‘mengobati’? (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: