Proyek Tommy di Rempang

NAMA Tommy Winata mencuat lagi. Kali ini bos PT Artha Graha Group itu dimintai keterangan oleh Mabes Polri terkait dengan proyek  Kawasan Wisata Terpadu Ekslusif (KWTE) di Pulau Rempang. Kasus yang tengah didalami penyidik Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) tersebut boleh dibilang mengejutkan karena melibatkan dana sebesar Rp 3,6 trilun.
Lebih mengejutkan lagi, dasar penyidikan adalah sebuah surat kaleng yang dikirmkan seseorang yang mengaku sebagai karyawan Pemko Batam. Kabarnya surat kaleng itu dikirimkan ke Habibie Centre dan ditembuskan ke Kantor Menteri Sekretaris Kabinet.
Tommy Winata memang pernah menandatangani memorandum of understanding (MoU/nota kesepahaman) dengan Wali Kota Batam Nyat Kadir dan Deputi Operasional Otorita Batam Benyamin Balukh pada 26 Agustus 2004 lalu. Namun proyek besar itu terealisir sama sekali  hingga sekarang.
Kepala Bareskrim Komjen (Pol) Bambang Hendarso menyebut, proyek tersebut tidak jalan tapi kucuran dana dari perbankan sudah cair dan mengalir ke mana-mana. Begitu pula Kapolri Jenderal Sutanto menegaskan, ada dugaan penyimpangan dalam pembangunan kawasan wisata di Pulau Rempang.
Kapolri  mengakui awalnya laporan kasus berasal dari surat kaleng. Namun,  setelah dipelajari ternyata isi surat itu valid. Hanya saja Mabes Polri belum mengungkap secara lebih gamblang mengenai kasus itu sehingga membuat bingung para pejabat di Batam, termasuk Nyat Kadir yang sekarang sudah tidak lagi menjabat sebagai wali kota.
pencairan dana untuk proyek
Setelah Tommy,  Mabes Polri giliran memeriksa Dirut PT Makmur Elok Graha, Kemal Syamsuddin sebagai saksi. PT Makmur Elok Graha adalah anak perusahaan Artha Graha yang menggandeng Pemerintah Kota Batam untuk membangun wahana wisata di Pulau Rempang.
Kalau memang proposal dan MoU mengenai KWTE di Pulau Rempang dipakai untuk mendapatkan kredit di bank plat merah dan duit telah dicairkan, tentu sangat mengejutkan. Janggal rasanya bank langsung mengucurkan dana triliunan rupiah, padahal proyek belum berjalan. Bukankah biasanya bank mengucurkan kredit secara bertahap sesuai dengan kemajuan proyek, dan meminta jaminan terhadap kredit tersebut.
Bisa jadi Tommy telah melakukan pembebasan lahan di kawasan Pulau Rempang dengan dana kredit. Bisa juga sebagian dari dana yang dialokasikan untuk proyek KWTE Rempang dialihkan ke proyek lain.
Kalau memang terjadi seperti itu, tentu yang paling berkepentingan adalah bank pemberi kredit, Tommy Winata, serta PT Makmur Elok Graha. Lalu apa hubungannya dengan para pejabat dan mantan pejabat di Pemko Batam-Otorita Batam? Melihat dasar hukum yang dipakai penyidik adalah dugaan terjadi tindak pidana korupsi, besar kemungkinan melibatkan dana dari bank pemerintah atau pembebasan tanah negara.
Agar tak membingungkan khalayak, lebih baik Mabes Polri segera mengungkapkan duduk persoalan kasus itu. Setidaknya biar tidak terjadi kesalahpahaman di kalangan publik. Informasi yang tidak lengkap bisa memicu munculnya rumors dan fitnah, apalagi di Pulau Bintan juga akan dibangun proyek KWTE yang nilai investasinya mencapai Rp 24 triliun.
Pada saat ini kawasan Batam, Bintan, dan Karimun tengah bersiap menarik datangnya para investor. Kawasan-kawasan tersebut perlu dipersiapkan menjadi lokasi yang kondusif, bebas dari sengketa dan persoalan-persoalan yang dapat membuat para investor membatalkan rencana investasinya.
Kalau memang ada penyimpangan dalam proyek KWTE di Rempang, tentu Mabes Polri harus menelusuri dan mengungkap dalam waktu cepat. Kalau persoalan itu berlarut-larut dan tanpa fakata yang kuat, tentu akan mengganggu upaya menarik investor ke wilayah Batam.
Di sisi lain, sikap waspada dan hati-hati perlu tetap ada. Jangan sampai prinsip good governance (tata kelola yang baik) menjadi terabaikan oleh keinginan menarik sebanyak mungkin investor ke wilayah ini.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: