Menunggu Kinerja Antasari Azhar Cs

KONTROVERSI mengenai terpilihnya Antasari Azhar sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggantikan Taufiequrrahman Ruki, terus memicu kontroversi. Jaksa yang sekarang menjabat Direktur Penuntutan Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung tersebut dinilai tidak akan mampu mengemban amanah memberantas korupsi di negeri ini.
Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera barat tersebut terpilih dalam pemungutan suara di Komisi III DPR, Rabu (5/12) lalu, dengan mengantongi 41 suara mengalahkan Chandra Hamzah yang hanya mendapat delapan suara. Komisi III DPR juga memilih empat pimpinan KPK lainnya yaitu Chandra Hamzah (advokat),  Bibit Samad Rianto (mantan perwira tinggi Polri), Haryono (karyawan BPKP), serta M Jasin (Direktur Litbang KPK).
Posisi Antasari sebagai seorang jaksa dan pejabat di Kejaksaan Agung yang membuat ia banyak disorot. Pasalnya, KPK dibentuk pascareformasi karena kejaksaan dan Polri dianggap tidak mampu bertindak independen dalam memberantas korupsi.
Kejaksaan dan Polri merupakan bagian dari eksekutif, sedangkan tindak pidana korupsi banyak melibatkan para pejabat dan aparat birokrasi di jajaran eksekutif. Oleh karena itu, kejaksaan dan Polri dianggap mengalami conflict of intersert dan mudah diintervensi oleh kekuasan.
Ada keinginan kuat agar KPK diisi dan dipimpin orang-orang yang tidak punya keterkaitan dengan kejaksaan-Polri serta punya track record bersih. Tak heran, Ketua KPK periode sebelumnya, Taufiequrrahman Ruki berasal dari Polri, sehingga juga sempat diragukan integritasnya.
Pelan-pelan keraguan tersebut terhapus karena Ruki Cs berani melakukan terobosan dalam mengungkap kasus korupsi. Hingga akhir masa kerjanya, sejumlah kasus korupsi besar berhasil diajukan Ruki Cs ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, meski tetap muncul suara-suara miring yang menyebut terjadinya tebang pilih.
Harus diakui, selama kepemimpinan Ruki Cs, KPK menjadi lembaga yang cukup ditakuti para pelaku korupsi. KPK nyaris tidak pernah memberikan penangguhan penahanan terhadap tersangka kasus korupsi yang ditahan. Penyelesaian perkara juga tidak sampai melewati batas waktu penahanan.
Operasi undercover (rahasia)   yang dilakukan KPK tak jarang mengejutkan publik, di antaranya penangkapan mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mulyana W Kusuma dan anggota Komisi Yudisiil Irwandi Joenoes. Namun menjelang akhir masa tugasnya, Ruki Cs tidak mampu  melanjutkan penyidikan kasus dana nonbudgeter di Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) dengan alasan kesulitan mengumpulkan bukti.
Antasari Azhar memang tidak perlu berkecil hati menghadapi sorotan tajam yang terus menerus diarahkan kepada dirinya. Tak perlu juga terlalu rekatif dalam menanggapi sorotan tersebut. Lebih penting memberikan bukti kepada masyarakat negeri ini terkait komitmen memberantas korupsi tanpa pilih kasih.
Memang posisi Antasari sebagai jaksa bisa menyulitkan dirinya dalam membawa KPK, terutama ketika harus mengambil alih penanganan kasus korupsi dari Kejaksaan Agung yang dinilai bertele-tele. Bagaimanapun Jaksa Agung merupakan bekas atasannya.
Namun, di sisi lain pengalaman dalam menganani perkara, baik di tingkat penyidikan maupun penuntutan, akan lebih memudahkan Antasari Azhar dalam memberikan arahan kepada para penyidik dan penuntut umum di KPK. Seorang advokat, aktivis LSM antikorupsi, atau akademisi di perguruan tinggi tidak mempunyai pengalaman yang cukup di bidang penyidikan dan penuntutan.
Mari kita tunggu kiprah Antasari Cs dalam memimpin KPK hingga lima tahun ke depan. Tidak adil rasanya kita buru-buru memvonis sebelum emmberi kesempatan kepada mereka untuk membuktikan kinerjanya.(*) 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: