Memanasnya Suhu Politik di Malaysia

SUHU  politik di Malaysia memanas. Kelompok oposisi dan aktivis prodemokrasi sudah mulai berani turun ke jalan untuk menuntut adanya reformasi politik dan persamaan hak yang selama ini dinilai dibelenggu oleh pemerintahan Partai UMNO.
Aparat keamanan keamanan bertindak represif. Sejumlah tokoh oposisi dan aktivis prodemokrasi ditangkap dan dikirim ke pengadilan. Namun pengadilan membebaskan orang-orang yang dianggap mengganggu ketertiban umum tersebut.
Menghadapi gelombang unjuk rasa, Perdana Menteri Abdullah Badawi mengancam akan menerapkan Undang-undang Keamanan Dalam Negeri atau Internal Security Act (ISA). Dalam undang-undang itu aparat boleh melakukan penahanan terhadap orang yang disangka melakukan tindak pidana tanpa keharusan mengajukan ke pengadilan.
Indonesia pernah punya undang-undang mirip dengan ISA yaitu UU Antisubversi yang dicabut setelah reformasi. Tak heran Indonesia dinilai lebih maju di bidang kehidupan demokrasi dibandingkan dengan Malaysia yang masih mempunyai undang-undang semacam ISA.
Terkait aksi kelompok prodemorasi yang kian marak. pemerintah Malaysia harus belajar banyak dari Indonesia. Terutama mengambil hikmah dari lahirnya Orde Reformasi yang memakan banyak korban jiwa dan kontraksi politik demikian keras.
Kondisi terkini di Malaysia rupanya menarik perhatian pemerintah Amerika Serikat (AS). Negara yang selalu menggunakan ukuran ganda dalam memandang pelaksanaan demokrasi di sebuah negara, minta agar Malaysia memberi ruang lebih lapang kepada kebebasan berkumpul dan menyampaikan pendapat secara damai.
Terlepas dari motif di balik penyataan politik pemerintah AS tersebut, permintaan bersangkutan patut dipertimbangan. Sebelum semuanya terlambat dan ketidakpuasan kepada penguasa kian mengkristal, lebih tepat pemerintah Perdana Menteri Abdullah Badawi membuka ruang kompromi terhadap kelompok oposisi dan aktivis prodemokrasi.
Harus dipahami, pertumbuhan ekonomi, naiknya pendapat per kapita, dan stabilitas ekonomi saja tidak cukup bagi warga Malaysia. Kebutuhan dasar lain, terutama di bidang politik, sudah saatnya diberi ruang lebih lebar. Terutama untuk kalangan klas menengah yang kian hari kian tumbuh membesar di Malaysia.
Klas menengah biasanya menjadi motor penggerak terjadinya perubahan (agent of change)  sehingga kalau aspirasinya tersumbat.  Dampak dari aspirasi yang tersumbat ibarat saluran magma gunung api yang tertutup sesuatu.
Ketika mendapatkan momentuk untuk meletus, getarannya akan membawa kerusakan cukup signifikan dan memerlukan waktu recovery cukup lama. Lebih tepat rasanya tuntutan reformasi demokrasi di Malaysia dilakukan by design (diatur secara lebih baik mekanismenya) daripada by accident.
Lengsernya kekuasaan otoriter Orde Baru di Indonesia bukan reformasi secara by design tetapi by accident  sehingga membawa banyak korban. Ribuan orang tewas terpanggang akibat kerusuhan  Mei 1998. Kerusuhan itu menjadi trauma hingga kini.
Perkembangan politik di Malaysia menjadi relevan untuk dicermati karena jutaan warga negara Indonesia mengadu nasib di Negeri Jiran itu. Kelompok pendatang dan minoritas acapkali menjadi korban terbesar ketika terjadi situasi chaostik.
Bisa jadi pada saat ini gerakan kelompok oposisi dan prodemorasi di Malaysia belum mampu meruntuhkan kekuasaan, namun bukan tidak mungkin ketika tindakan represif dilakukan bakal memicu berkembangnya simpati. Apalagi kekuatan asing mulai ‘ikut campur’ meski saat ini baru baru tahap memberikan pernyataan.
Dukunga sing bisa menjadi bahan bakar bagi terjadinya perubahan secara cepat. Situasi tak terduga dan tak terkendali di Malaysia tentu saja akan mempengaruhi stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi di wilayah ASEAN.
Kita berharap Perdana Menteri Abdullah Badawi dan UMNO mampu memberikan kanal kepada kelompok penentangnya. Tiada jalan lebih baik kecuali melalui dialog berasaskan prinsip kesetaraan, bukan penggunaan ISA.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: