Prestasi Buruk di SEA Games

SEA Games 2007, pesta olahraga Asia Tenggara di Nakhon Ratchasima, Thailand,  usai sudah. Kontingen Indonesia harus puas di urutan keempat, di bawah tuan tumah Thailand (185 medali emas), Malaysia (68), dan Vietnam (64).
Indonesia hanya membawa pulang 56 medali emas. Meski mencapai target empat besar, namun rasanya perlu instrospeksi mendalam mengapa kontingen Indonesia bisa berada di bawah prestasi para atlet Vietnam.
Agak ironis karena Vietnam merupakan negara yang baru 32 tahun lalu terbebas dari perang saudara dan intervensi pasukan asing. Selama 10 tahun Vetnam tercabik-cabik oleh perang saudara yang melibatkan pasukan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.
Setelah Saigon jatuh ke tangan pasukan Vietkong pada 1975, tidak otomatis Vietnam bisa melakukan recovery kondisi sosial, politik, ekonomi, dan kamtibmas. Perlu waktu dan kesungguhan untuk memulihkan situasi setelah semuanya hancur berantakan akibat perang melelahkan.
Dengan demikian, prestasi Vietnam di SEA Games 2007 patut diacungi jempol. Sedangkan Indonesia yang mulai stabil di akhir 1960-an, setelah pada 1965 diguncang pemberontakan berdarah PKI, justru terus merosot prestasinya.
Dari jumlah penduduk, jelas Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan negara-negara peserta SEA Games. Logikanya, pihak-pihak yang diberi amanah untuk mengurus olahraga di Tanah Air lebih punya banyak pilihan dalam membina dan menyeleksi para atlet.
Cina, Amerika Serikat, dan Rusia merupakan negara-negara dengan jumlah penduduk mencapai ratusan juta jiwa namun mampu melakukan pembinaan serta seleksi atlet berprestasi sehingga menjadi kontingen disegani. Bagaimanapun, jumlah penduduk merupakan potensi tersendiri bagi sebuah negara untuk berprestasi di bidang olahraga.
Sayang potensi jumlah penduduk Indonesia tidak bisa dimanfaatkan. Tengok saja prestasi kita di cabang tinju, renang, dan menembak SEA Games 2007. Tinju menyediakan 17 emas, renang 32 emas, dan menembak 38 emas. Namun Indonesia tidak meraih medali satupun dari tiga cabang tersebut.
Kalau saja tiga cabang olahraga tersebut mendapat perhatian serius, bukan tidak mungkin akan mendongkrak ranking Indonesia, setidaknya di atas peroleh kontingen Vietnam. Padahal, di Tanah Air olahraga tinju dan renang, termasuk favorit dan banyak penggemarnya. Fenomena itulah yang seharusnya menjadi bahan renungan mendalam pemerintah serta Komite Olahraga Nasional (KON).
Tuan rumah  Thailand memang terlalu kuat untuk Indonesia. Faktor psikologis terkait dengan lokasi pertandingan, memang menjadi faktor cukup dominan. Namun harus diakui, Negeri Gajah Putih tersebut punya program serius untuk meningkatkan prestasi olahraga.
Thailand juga mampu membuktikan diri sebagai tuan rumah yang baik. Secara umum, penyelenggaraan SEA Games 2007 berlangsung sukses, meski lokasi yang dipilih berada 260 km dari ibukota Bangkok.
Memang Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault sempat protes kepada wasit  dan panitia penyelenggara karena merasa dicurangi dalam pertandingan di cabang Taekwondo. Dalam setiap perhelatan olahraga kejadian seperti dialami tim Taekwondo Indonesia selalu terjadi.
Dengan berakhirnya SEA Games, kini tinggal bagaimana negeri ini mengambil hikmah dan menemukan solusi agar dalam even olahraga berskala regional dan internasional, nama Indonesia kembali berkibar.
Selama ini yang selalu didengung-dengungkan organisasi internasional hanya hal-hal negatif mengenai negeri ini, di antaranya tingkat korupsi,  pelayanan terhadap investor yang tidak memadai,  buruknya keamanan, dan lain-lain.
Prestasi olahraga dapat dipakai sebagai sarana untuk memupus citra negatif itu. Sudah bukan saatnya meluruskan citra negatif dengan pernyataan atau bantah semata.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: