Tragedi Benazir Bhutto

PAKISTAN di ambang perang saudara. Itu terjadi setelah mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto terbunuh oleh tiga tembakan yang dilepaskan pengebom bunuh diri, di Kota Rawalpindi, Kamis (27/12).
Usai melepas tembakan, pelaku meledakkan dirinya sehingga mengakibatkan tewasnya sekitar 20 orang yang berada di lokasi kampanye Benazir itu. Tak pelak, para pendukung Benazir mengamuk dan melakukan aksi kekerasan di seantero negeri.
Bank-bank dijarah dan dibakar. Begitu pula stasiun kereta api, kendaraan bermotor, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dan sejumlah bangunan lainnya. Pendukung Benazir yang berbaur dengan perusuh menyerang aparat keamanan negara yang dipimpin Presiden Pervez Musharraf itu.
Pemerintah mengeluarkan dekrit negara dalam kondisi darurat dan perintah tembak di tempat terhadap pelaku kerusuhan. Padahal tak lama lagi, pada 8 Januari, Pakistan akan menggelar pemilihan umum untuk memeilih perdana menteri baru.
Belum jelas benar siapa yang bertanggungjawab terhadap pembunuhan Benazir, meski kelompok Al- Qaida pimpinan Osama bin Ladin mengeluarkan klaim. Presiden Musharraf tak urung terkena tudingan karena ia mempunyai akses terhadap Badan Intelijen Pakistan (ISI) yang punya binaan sejumlah milisi militan.
Peta politik di Pakistan memang penuh dengan misteri sehingga tak mudah untuk mengurai keterkaitan satu kelompok dengan kelompok lainnya. Yang pasti sejumlah kelompok militan di Pakistan dan Afghanistan tidak suka dengan kembalinya Benazir ke kancah politik karena dianggap sebagai antek Barat yang mendukung kampenye perang terhadap terorisme.
Para pemimpin dunia menyebut pembunuhan terhadap Benazir merupakan upaya untuk membunuh demokrasi di negeri yang selama ini dikuasai kelompok militer tersebut. Namun, patut disayangkan kalau peristiwa itu justru diwarnai oleh ulah brutal dan anarkis para pendukung Benazir.
Tindakan tersebut justru kian mempersulit upaya untuk mengungkap pembunuhan tersebut. Selain itu, memicu terjadinya konflik horizontal alias pertikaian antar warga Pakistan sendiri. Bukan tidak mungkin Pakistan akan tercabik-cabik oleh perang saudara berkepanjangan.
Paling berbahaya kalau kemudian tidak ada pemerintahan yang mampu mengontrol seluruh di negeri itu dan lokasi-lokasi strategis. Pasalnya, Pakistan tercatat sebagai negara yang mempunyai senjata nuklir.
Kalau senjata nuklir itu jatuh ke tangan kelompok teroris atau kelompok lainnya, tidak mustahil bakal memicu kehadiran pasukan asing dan konflik bersenjata lebih besar. Muncul juga kekhawatiran perang besar di wilayah Asia Selatan yang memang selama ini menyimpan potensi konflik sangat besar.
Ketidaksatabilan politik dan keamanan di wilayah itu tentu saja akan berpengaruh besar terhadap keamanan global. Kawasan itu merupakan satu di antara jalur utama pelayaran perdagangan. Oleh karena itu Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan negara-negara lainnya perlu memberikan perhatian serius terhadap kondisi di Pakistan.
Tragedi kematian Benazir juga membawa hikmah bahwa perbedaan pandangan, perbedaan politik, dan kepentingan, tidak bisa diselesaikan dengan kekerasan. Penggunaan kekerasan hanya akan menimbulkan persoalan baru yang lebih rumit dan banyak membawa korban.
Tentu kita tidak ingin Pakistan menjadi failure state (negara gagal) yang tidak mampu memberikan perlindungan dan kehidupan yang wajar kepada rakyatnya karena terus menerus dilanda pertikaian. Irak, Afghanistan, wilayah bekas negara Balkan, sebagian negara di Afrika bisa menjadi contoh nyata.
Sebuah pelajaran juga bagi rakyat di negeri ini, Indonesia, untuk tidak terjebak dengan cara-cara tidak beradab dalam menghadi dan menyelesaikan perbedaan pandangan. Apalagi pesta demokrasi sebentar lagi bakal digelar.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: