Harga Minyak Menggila Lagi

HARGA minyak mentah dunia yang di penghujung 2007 tampak tenang- tenang di kisaran 95 dolar AS, mendadak bergejolak lagi pada perdagangan di New York, Rabu (2/1). Secara mengejutkan, harga minyak mentah menembus harga 100 dolar AS per barel, meski kemudian ditutup pada level 99,48 dolar.
Melonjaknya harga minyak mentah itu juga membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi limbung, yaitu anjlok ke Rp 9.415 per dolar. Begitu pula indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) turut anjlok.
Terasa benar, harga minyak mentah dunia mempengaruhi pasar saham dan pasar uang di tingkat regional, termasuk Indonesia. Ada desakan kuat agar Bank Indonesia segera melakukan intervensi agar nilai tukar rupiah tidak sampai menembus batas psikologis Rp 9.500 per dolar.
Pemerintah sendiri menyatakan masih terus mencermati perkembangan harga minyak dunia yang terus bergejolak akhir-akhir ini. Dirjen Migas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Luluk Sumiarso, menyebut APBN berpatokan pada formula Indonesia Crude Price (ICP).
Menurutnya, ICP pada Desember 2007 hanya sekitar 91 dolar AS per barel. Oleh karena itu kebijakan mengenai pembatasan penggunaan premium oktan 88 ke premium oktan 90 ke atas baru akan dilakukan manakala ICP menyentuh 100 dolar AS.
Akhir-akhir ini, pemerintah seolah tidak lagi menaruh perhatian pada perkembangan harga minyak mentah dunia. Bahkan Menteri ESDM pernah menyebut rencana pembatasan penggunaan premium oktan 88 untuk mobil pribadi tidak jadi dilaksanakan.
Penjelasan itu bisa jadi memang pemerintah menganggap fluktuasi harga minyak hanya bersifat sementara dan punya jalan lain lebih mujarab untuk mempertahankan kondisi APBN sehingga tidak terjadi ‘pendarahan’. Namun, bisa juga pemerintah ragu-ragu menerapkan kebijakan baru itu karena memang belum ada kesiapan dan sosialisasi yang cukup.
Kebijakan pembatasan penggunaan premium oktan 88 memang sangat sensitif, karena pemilik mobil pribadi bukan hanya kelompok masyarakat ekonomi mapan. Selain itu, mengatur pembelian premium oktan 88 hanya untuk kendaraan umum dan sepeda motor tidak semudah konsep di atas kertas.
Sisi lain juga perlu diperhitungkan, terutama dampak politis. Pada 2008 ini merupakan tahun terakhir masa kerja pemerintah. Kalau pemerintah mengeluarkan kebijakan tak populer dan hasilnya tidak signifikan, peluang untuk memenangkan Pemilu 2009 akan menjadi jauh panggang dari api.
Penerapan kebijakan pembatasan penggunaan premium oktan 88 memang bisa menyelamatkan APBN, tetapi dampaknya terjadi kenaikan inflasi. Harga-harga otomatis akan terdongkrak, dan daya beli masyarakat jadi turun.
Ditambah lagi adanya bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah padat penduduk. Untuk memulihkan kondisi, terutama di masa tanggap darurat, perlu biaya tidak sedikit. Tentu saja diambilkan dari keuangan negara dan pemerintah daerah.
Di tengah bencana alam yang terus meluas, bahkan Kota Jakarta mulai iintip banjir, tidak mungkin mengeluarkan kebijakan tak populis. Bukan tak mungkin bakal terjadi kekacauan yang sulit diatasi.
Diperkirakan, curah hujan tinggi akan terus terjadi hingga bulan depan. Tentu saja fenomena itu yang lebih menjadi perhatian pemerintah, daripada mengutak-atik skema untuk mengatasi fluktuasi harga minyak dunia.
Namun, kondisi tersebut tak bisa disepelekan begitu saja. Kondisi ekonomi makro yang berdampak besar terhadap perekonomian rakyat tetap harus mendapatkan perhatian serius. Beban berat ini memang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Kalau kita semua tidak punya kesadaran bersama untuk menyelamatkan bangsa ini dan hanya berpikir kepentingan politik jangka pendek, siapapun yang akan berkuasa akan tetap mengalami kesulitan seperti saat ini.(*)

2 Responses to “Harga Minyak Menggila Lagi”

  1. oeng Says:

    inilah hidup!!!!……………..
    simbol harga minyak menggila sama dengan kematian negara berkembang seperti indonesia tercinta kita.
    kenapa tidak banyak akibat yang akan didampakkannya dari sebuah minyak mulai dari ekonomi, politik, sosial, hingga perang…………..!
    minyak dunia naek, eh..eee… ngikut minyak gorengnya naek pangkat. eits… simurah meriah gizi indonesia kedelai juga & beras juaa! lah tepung ndompleng tuch …!! beh..beh..beh… si lonjong telor mau pecah aj harganya , daging g mau ketinggalan tuch. “jangan dilupain dong aku mau naek juga” kata si cabe rawit.
    aaaaaaaaaaaaaacchhhhhh…………………. tidakkkkkkkk……!
    semua ibu-ibu rmah tangga se-Indonesia menjerit histeris ketir -ketir……..
    bapak-bapak … melongo puyeng bengong !!!” uangna sapa y ..??? mau dicomot buat nambah belanja ….!

  2. padanginfo Says:

    BBM Naik, Sembako Naik, Ongkos Plat Kuning Naik, Biaya Pendidikan Naik, ….Naik, …Naik,…Naik…dst. Jadi, Upah juga harus Naik, Uang Makan Naik, …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: