Perhatian Luar Biasa kepada Soeharto

 SOEHARTO,mantan penguasa Orde Baru, kembali menyedot perhatian. Jenderal Besar itu masuk Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, Jumat (4/1). Macam-macam penyakit dideritanya pada usia 86 tahun ini.
Perhatian terhadap Soeharto seolah menenggelamkan kesulitan hidup yang dialami jutaan rakyat negeri ini akibat berbagai bencana alam, dan kelangkaan BBM bersubsidi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai harus melakukan rapat mendadak di Istana, Sabtu (5/1), seolah negara dalam kondisi gawat.
Wajar saja kalau ada kesan Soeharto tetap lah orang sangat berpengaruh meski sudah lengser dari kekuasaannya hampir 10 tahun lalu. Pengaruh Soeharto memang masih begitu kuat, tak heran para pejabat, mantan pejabat, serta tokoh masyarakat berbondong-bondong menjenguk ke RSSP Jakarta.
Agak unik juga fenomena tersebut. Kalau memang kondisi kesehatan Soeharto kritis, apa mungkin ia mengenali para pembesuknya. Selain itu, dalam kondisi sakit parah, seyogyanya pasien istirahat total, sehingga kunjungan banyak orang justru bisa mengganggu upaya dokter dalam melakukan recovery.
Di sisi lain, begitu Soeharto masuk rumah sakit, sontak muncul harapan agar perkara korupsi yang membelitnya dan tidak pernah bisa diadili dalam persidangan pidana, tidak perlu diungkit-ungkit lagi. Begitu pula gugatan perdata yang diajukan Jaksa Pengacara Negara (JPN) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hendaknya dicabut saja.
Orang kemudian diajak bernostalgia membuka lembaran jasa-jasa Soeharto selama 32 tahun berkuasa. Tak berbekas lagi berbagai penyimpangan yang terjadi selama ia memegang tampuk kekuasaan. Seolah sirna oleh waktu dan imbauan untuk hanya mengenang jasa baiknya saja.
Sebagai bangsa yang besar, memang kita tidak boleh melupakan jasa-jasa para pemimpin. Namun berikanlah pernghargaan dan perlakuan yang proporsional, sepadan, dan tak berlebihan, sehingga membawa manfaat kepada orang bersangkutan dan bangsa ini.
Perhatian luar biasa kepada Soeharto akan memancing orang untuk membandingkan dengan perhatian terhadap para pendahulunya. Apakah Soeharto memberikan perhatian luar biasa pula kepada mantan Presiden Soekarno, mantan Wakil Presiden M Hatta, dan para founding father negeri ini.
Mereka juga sama seperti Soeharto, bukan manusia sempurna tanpa noda dan kesalahan. Namun mereka juga mempunyai jasa yang tak kalah banyak dengan Soeharto. Sayang perlakuan yang diberikan Soeharto kepada mereka ketika menjelang ajal, tak seperti Soeharto terima setelah lengser dari kekuasaan.
Saat itu tidak ada seorangpun yang berani mengeluarkan imbauan kepada Soeharto agar melupakan kesalahan pendahulunya, memberikan perlakuan terbaik terutama terkait perawatan kesehatan, dan memberi keleluasaaan kepada handai taulan untuk membesuk.
Memang, di masa tuanya Soeharto dan keluarganya tidak bisa hidup dengan tenang. Silih berganti aparat penegak hukum mengorek-orek kesalahan mereka di masa lalu. Toh hanya Tommy Soeharto yang sempat menghuni penjara karena dinyatakan terbukti terlibat dalam kasus pembunuhan seorang hakim agung dan kepemilikan bahan peledak/senjata api.
Sebagai bekas presiden, Soeharto pantas mendapat perhatian dari pemerintah. Namun, warga yang sekarang merana di lokasi-lokasi pengungsian, antrean panjang minyak tanah, kelangkaan listrik, dan melonjaknya harga minyak mentah dunia, tetaplah lebih penting.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: