Sengketa Pemberitaan

* Ismeth Abdullah Kalah di PN Jaksel

SUNGGUH melegakan putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yang mengadili Pemimpin Redaksi Tabloid Investigasi, Eddy Soemarsono. Majelis hakim diketuai I Ketut Manika, Kamis (17/1), membebaskan Eddy dari dakwaan mencerman nama baik dan melakukan penistaan terhadap mantan Ketua Otorita Batam (OB) yang kini menjabat Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ismeth Abdullah.
Pangkal sengketa adalah sebuah berita di tabloid dwi mingguan itu edisi 11/Thn I tanggal 17-30 Agustus 2006, berjudul, Warisan Korupsi Ismeth di Otorita Batam. Ismeth mengadukan Eddy ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penistaan karena isi berita tidak benar serta merasa tidak pernah dikonfirmasi.
Menurut majelis, menista adalah menyerang kehormatan dan nama baik seseorang dengan menuduhkan suatu perbuatan tertentu dengan tujuan nyata untuk menyiarkan tuduhan itu kepada khalayak ramai. Majelis memandang, terdakwa adalah insan pers, sehingga keberatan atas pemuatan berita harus pula dilakukan melalui lembaga pers berupa hak jawab dan mekanisme hukum.
Menurut majelis, tidak tepat mengajukan Eddy secara pidana, melainkan gugatan ganti rugi. Selain itu, Eddy dan Investigasi telah melayani hak jawab Ismeth Abdullah serta melakukan pengecekan kepada berbagai sumber, sehingga unsur penistaan tidak terbukti.
Dalam tuntutannya, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPUI diketuai Robert Tacoy mengajukan tuntutan pidana satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun, serta denda Rp 10 juta, subsider kurungan selama tiga bulan. Dalam dakwaannnya, JPU juga mempersoalkan badan hukum yang menaungi Tabloid Investigasi.
Menurut JPU, PT Norida Lestari, perusahaan yang menaungi Investigasi, sama sekali tidak menyebutkan diri sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha pers. JPU mengajukan bukti berupa Tambahan Berita Negara yang memuat daftar badan hukum berupa perseroan terbatas (PT).
Undang-undang Pers memang telah memberi jalan kepada pihak yang merasa dirugikan akibat pemberitaan melalui hak jawab dan hak koreksi. Selain itu telah ada lembaga bernama Dewan Pers yang berfungsi sebagai mediator untuk menjembatani sengketa mengenai pemberitaan antara perusahaan pers dan narasumber.
Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu mendukung keinginan komunitas pers di negeri ini untuk menyelesaikan sengketa menyangkut pemberitaan melalui mekanisme pers, bukan melalui hukum pidana. Adagium yang sering dilontarkan komunitas pers adalah, tulisan harus dibalas dengan tulisan, bukan melalui pemidanaan fisik.
Kalaupun pihak yang merasa terusik oleh pemberitaan pers menderita kerugian riil, dapat menempuh mekanisme pengajuan tuntutan pembayaran ganti rugi/denda secara proporsional. Dengan demikian, pemidaan fisik menjadi tidak relevan lagi.
Harus diakui, pers bisa saja melakukan kesalah dan kekhilafan dalam menyajikan pemberitaan, namun sepanjang bisa dibuktikan tidak ada niat untuk melakukan perbuatan melawan hukum, tentu harus diselesaikan melalui mekanisme hak jawab. Lain cerita kalau bisa dibuktikan bahwa sebuah pemberitaan bermotivasi pemerasan, pornografi, dan lain sebagainya..
Pemerasan bukan lagi masuk dalam ranah pers karena sesuai dengan ketentuan undang-undang maupun kode etik jurnalistik, pemberitaan tidak boleh didasari oleh motif pemerasan atau tindak pidana lainnya. Jadi manakala terjadi pemerasan, pornografi, dan tindak pidana lain melalui pemberitaan, sudah bukan lagi ranah UU Pers melainkan hukum pidana biasa.
Dalam kasus Tabloid Investigasi, JPU tidak mengajukan dakwaan adanya pemerasan atau tidak pidana lain yang memang mendasari pemberitaan tersebut. JPU hanya menyoroti isi berita yang dipandang sebagai bentuk pencemaran nama baik dan penistaan terhadap Ismeth Abdullah.
Meski putusan itu melegakan kalangan pers, hendaknya sekaligus menjadi hikmah dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pemberitaan. Bagaimanapun, lebih baik mencegah terjadinya sengketa daripada membuang energi untuk berperkara.(***)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: